Breaking News:

Dianggap Berprestasi di ESDM, Pemerintah Siapkan Status WNI Arcandra Tahar

Menteri Sekretaris Negara Pratikno disebut mengusulkan agar Pemerintah memberikan status Warga Negara Indonesia (WNI) kepada Arcandra Tahar.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar berjalan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/8/2016). Arcandra berada di istana untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

POSBELITUNG.COM - Menteri Sekretaris Negara Pratikno disebut mengusulkan agar Pemerintah memberikan status Warga Negara Indonesia (WNI) kepada Arcandra Tahar.

Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Freddy Harris ada mengatakan pemberian status kewarganegaraan tersebut agar Indonesia bisa memanfaatkan keahlian Arcandra.

"Karena jasanya dan ada kepentingan negara di situ. Arcandra ini punya paten yang akan nanti memberikan masukan kepada negara," kata Freddy saat dihubungi, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Selain itu, kata dia, Arcandra cukup ahli dalam menghemat keuangan negara walau hanya 20 hari menjabat sebagai menteri energi dan sumber daya alam.

Menurut Freddy, Arcandra bisa memiliki lagi status WNI jika DPR cepat memberikan persetujuan rencana tersebut.

Freddy mengaku bisa Pemerintah bisa menyiapkannya dalam waktu satu pekan.

"Jadi itu yang akan kita tempuh. Prosedurnya Pemerintah akan sudah siap. Semua nanti DPR akan kita minta untuk berikan pertimbangan," ujar Freddy.

Sebelumnya,Pelaksana tugas Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan memuji kinerja Arcandra.

Arcandra disebut mampu menghemat investasi Blok Masela dari 22 miliar dolar menjadi 15 miliar Dolar Amerika Serikat.

Indonesia memang memberikan ruang memberikan kewarganegaraan kepada orang merujuk pada Pasal 20 Undang-Undang Kewarganegaraan.

RI bisa menjadi jawaban atas permasalahan Archandra Tahar yang kini tidak memiliki kewarganegaraan (stateless).

Pasal 20 berbunyi 'Orang asing yang telah berjasa kepada negara Republik Indonesia atau dengan alasan kepentingan negara dapat diberi Kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Presiden setelah memperoleh pertimbanganDPR RI, kecuali dengan pemberian kewarganegaraan tersebut mengakibatkan yang bersangkutan berkewarganegaraan ganda.

Archandra kini tidak memiliki kewarganegaraan karena telah mengembalikan paspor yang diterbitkan Amerika Serikat ke otoritas setempat. Status WNI pria asal Minang tersebut hilang sejak dia memiliki Warga Negara Amerika Serikat.

Penulis: Eri Komar Sinaga

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved