10 Hari tak Ada Kabar, Nelayan Asal Belitung Akhirnya Ditemukan Angota Basarnas

Nelayan asal Kabupaten Belitung yang sempat hilang di perairan Suji, Bangka Selatan sudah di temukan oleh Basarnas dan Pol Air Polda Babel, pada Senin

10 Hari tak Ada Kabar, Nelayan Asal Belitung Akhirnya Ditemukan Angota Basarnas
IST
Angota Basarnas Babel yang ikut menyelamatkan Nelayan Asal Belitung di periran Bangka Selatan, Senin (22/8/2016) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

POSBELITUNG.COM, BANGKA -- Nelayan asal Kabupaten Belitung yang sempat hilang di perairan Suji, Bangka Selatan sudah di temukan oleh Basarnas dan Pol Air Polda Babel, pada Senin (22/8/2016).

"Kapal korban yang lego jangkar di jalur kapal besar di karang Suji mereka terbawa ke perairan meregem,"kata Humas Basarnas Indra mewakili Kepala Kantor SAR Babel Deden Ridwansah kepada bangkapos.com, Senin (22/8/2016)

Sesampainya di perairan Meregem Kapal karam dan ke lima korban sempat berusaha menguras air yang masuk ke kapalnya.

"Upaya tidak berhasil korban memutuskan berenang dengan alat apung seadanya menuju pulau lepar, baru ada kapal speed yang melintas mereka akhirnya di tolong dengan kapal speed tersebut, disusul oleh Basarnas dan polair di koordinat 106 49' 05" E 03 5' 10" S,"ucapnya

Dimana sebelumnya, Kapal Nelayan kepiting asal Belitung, di kabarkan hilang di perairan karang Suji, dekat perairan Bangka Selatan karena mati mesin. Dimana kapal dengan nama KM Satria 04 tersebut berangkat melaut pada hari Jumat (12/8) lalu.

Diberitakan sebelumnya, Kapal KM Satria 04 yang semula dikabarkan hilang diperairan Karang Sugi, Sadai, Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hingga Senin (22/8/2016) tidak berkabar.

"Sampai sekarang tidak ada kabar, kontak ada dikapal juga tidak ada, mereka juga tidak ada kontak kami," kata pemilik kapal, Nompok (49) kepada Posbelitung.com, Senin (22/8/2016).

Warga RT 03/01 Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung ini mengatakan, kapal tersebut tercatat berangkat dari Tanjungpandan, Jumat (12/8/2016).

"Sudah 10 hari sekarang tidak ada kabar," ucapnya.

Semula, kabar berbobot 6 grosstone (GT) itu, semula dikabarkan hilang sejak Minggu (21/8/2016).

Terdapat empat orang ABK, dan satu orang nahkoda kini masih belum ditemukan dan berada dikapal tersebut.

Empat orang ABKyang berada dikapal tersebut yaitu, Muhidin, Iqbal, Aming, Wahari, dan satu orang Nahkoda bernama Ikro. (*).

Penulis: Riki Pratama
Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved