Sekolah Dasar Paling Kotor di Beltim Bakal Terima Penghargaan, Ini Alasannya

Tujuannya adalah untuk memberikan motivasi agar sekolah tersebut meningkatkan sanitasi di lingkungan sekolah.

Penulis: Dedi Qurniawan |
IST
Koordinator Tim Pokja Sanitasi Kabupaten Beltim, Suherman 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) akan memberikan penghargaan bagi sekolah dasar (SD) yang punya sanitasi paling kotor se-Kabupaten Beltim.

Tujuannya adalah untuk memberikan motivasi agar sekolah tersebut meningkatkan sanitasi di lingkungan sekolah.

Koordinator Tim Pokja Sanitasi Kabupaten Beltim, Suherman mengatakan, lomba ini cukup kontroversial mengingat biasanya penghargaan diberikan bagi sekolah terbersih.

Namun Ia menekankan penghargaan ini bukan untuk menjatuhkan nama sekolah, tapi untuk memberikan rangsangan agar sekolah melakukan perbaikan terhadap perilaku dan kebersihan lingkungan.

“Kita ingin ada shock therapy sekaligus pembinaan bagi SD yang ‘bermasalah’ dengan sanitasinya. Kita berharap SD di seluruh Kabupaten Beltim akan berlomba-lomba untuk mengajarkan perilaku hidup sehat dan menciptakan lingkungan bersih di sekolahnya,” ujar Suherman dikutip dari siaran pers Humas Beltim, Jumat (26/8/2016)

Kepala Subbidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ini menyatakan di tahap awal Pokja Sanitasi akan menerima masukan dari Dinas Pendidikan mengenai SD-SD yang dianggap kurang bersih. Kepala sekolah, Pembina UKS, atau guru sekolah tersebut akan diberikan sosialisasi dan pembinaan tentang sanitasi.

“Kita minta setidaknya 20 SD yang masuk kategori kurang menjaga sanitasinya. Nanti kita akan survey awal ke sana, jika dua bulan setelah sosialisasi tidak ada perubahan baru akan kita berikan penghargaan,” kata Suherman.

Indikator penilaian sanitasi sekolah diukur berdasarkan kondisi dan perbandingan jumlah toilet dengan murid, pengelolaan sampah, drainase/ pembuangan air limbah, ketersedian tempat cuci tangan, kebersihan kantin sekolah, dan lain-lain. Penilaian akan mulai pertengahan Bulan September mendatang.

“Mayoritas anak-anak menghabiskan waktu di sekolah, khususnya anak-anak usia SD. Dengan ini mereka akan diajarkan tentang bagaimana berbudaya hidup bersih dan sehat. Kalau sekolah mereka kotor tentu kurang baik untuk kesehatan dan perilaku mereka,” ujarnya.

Untuk hadiahnya Penghargaannya, Pokja Sanitasi menyiapkan total Rp 6 juta beserta trophy dan piagam. Disebutkan, hadiah akan diserahkan langsung oleh Bupati atau Wakil Bupati Beltim November 2016 mendatang.

“Selain lomba itu, kita juga akan melaksanakan lomba cuci tangan, sikat gigi, dan ‘operasi semut’ untuk siswa SD. Kita juga punya lomba untuk guru-guru yang bisa mensosialisasikan tentang sanitasi dengan baik. Jadi sasaran kita ke lingkungan sekolah, murid, beserta gurunya,” ujarnya (*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved