Dapatkan Kembali Status WNI, Arcandra Disebut Pengkhianat dan Tidak Pantas Jadi Menteri Lagi

Hal tersebut menyusul penetapan status WNI Arcandra oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Kompas/Wisnu Widiantoro
Menteri ESDM Arcandra Tahar. 

Oleh karena tak mengakui status WNI Arcandra, Benny menegaskan akan menolak jika pria kelahiran Padang itu diangkat lagi jadi menteri.

"Nggak bisa, karena dia bukan WNI. Padahal persyaratan dia menjadi menteri wajib WNI. Simpel kok. Tidak ada kepentingan saya di sini. Bukan karena tidak suka, ini soal negara. Tidak bisa dengan pengukuhan itu," ujar Benny.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkkumhan), Yasonna Laoly menegaskan bahwa mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar masih menjadi Warga Negara Indonesia. Keputusan itu diambil setelah pihaknya melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap Arcandra.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, saudara Arcandra Tahar tetap menjadi WNI sesuai dengan prinsip perlindungan maksimum dan non apatride stateless," kata Yasonna.

Menteri asal PDI Perjuangan itu tidak memungkiri bahwa Arcandra pernah memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat. Namun menurutnya, kewarganegaraan Amerika Serikat sudah dilepasnya pada 12 Agustus 2016.

"Archandra sudah kehilangan kewarganegaraan Amerika Serikat berdasarkan Certificate of Loss of the United States tanggal 12 Agustus 2016 dan disahkan oleh Department State of the United States of America dan Surat US Embassy tanggal 31 Agustus 2016," tuturnya.

Menurut Yasonna, pihaknya sudah mengonfirmasi langsung ke pihak imigrasi Amerika Serikat perihal pencabutan kewarganegaraan Arcandra di negeri Paman Sam tersebut.

Dikatakannya, pada surat konfirmasi 31 Agustus 2016 membenarkan bahwa pria asal Padang, Sumatera Barat itu telah kehilangan kewarganegaraan Amerika Serikat.

"Kami mengirimkan surat secara langsung ke Amerika Serikat. Dirjen Imigrasi membuat berita acara klarifikasi terkait saudara Arcandra," ujarnya.

Tak Perlu Malu

Penetapan status WNI Arcandra Tahar oleh Menkumham memunculkan wacana pria lulusan ITB tersebut akan diangkat lagi menjadi menteri.

Anggota Komisi III DPR RI Ruhut Sitompul menilai jika sah Arcandra Tahar diangkat kembali menjadi Menteri ESDM. Ruhut juga berpesan kepada pemerintah tidak perlu malu kalau keputusan terakhir seperti itu.

"Pemerintah nggak perlu malu. Kenapa mesti malu," kata Ruhut.

Ruhut menilai Arcandra masih layak mendapat jabatan Menteri ESDM. Pasalnya walaupun 20 hari menjabat, Ruhut menilai banyak kebijakannya yang menyelamatkan uang negara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved