Breaking News:

Belitung Murni Jual Laut untuk Pariwisata, Jangan Sentuh Laut dengan Penambangan

Eksploitasi di perairan laut Belitung dinilai tak sejalan dengan pengembangan pariwisata.

Pos Belitung/Dede Suhendar
H Muchtar Motong alias Tare 

Laporan wartawan Pos Belitung, Al Adhi S

POSBELITUNG.COM, TANJUNGPANDAN - Statemen Direktur Utama PT Timah Tbk terkait hasratnya untuk melakukan penambangan di wilayah laut Pulau Belitung mendapat reaksi keras dari masyarakat. Eksploitasi di perairan laut Belitung dinilai tak sejalan dengan pengembangan pariwisata.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Belitung dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhtar Motong mengatakan perairan laut Belitung maupun Belitung Timur seharusnya tak tersentuh oleh pertambangan. Terlebih setelah pemerintah pusat menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

"Belitung dan Belitung Timur jangan lagi disentuh dengan eksploitasi laut," tegas pria yang akrab disapa Tare ini kepada posbelitung.com, Selasa (4/10/2016).

Menurut Tare, Direktur PT Timah harus menghormati apa yang dilakukan masyarakat Belitung dan pemerintah saat ini. Yakni membangun pariwisata sebagai sektor unggulan yang mulai dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat.

"Belitung ini sudah menjadi daerah wisata, bukan hanya tujuan nusantara, tapi juga menjadi tujuan dunia. Bahkan hitungan hari airport kita sudah menjadi internasional," tambah Tare.

Tare menjelaskan, perairan laut merupakan 'senjata' utama dalam membangun pariwisata di Pulau Belitung. Tanpa laut, Belitung tidak akan menjadi daerah kunjungan wisata seperti sekarang ini.

"Sedangkan laut adalah investasi masa depan. Karena hanya itulah daya perekat paling utama kenapa Belitung mulai dikunjungi turis," jelas Tare.

Tak Seperti Phuket

Tare meminta agar Direktur Utama PT Timah tidak memberikan informasi yang salah terkait rencana penambangannya di perairan Belitung dengan membandingkannya dengan Phuket, Thailand. Pasalnya antara Belitung dan Phuket sangat berbeda.

"Sebagai pimpinan tidak boleh latah memberikan informasi ke publik, terlebih ada kepentingan disitu," ujar Tare.

Tare menyebutkan pariwisata Thailand berkembang dari menjual seni dan budaya setempat. Setelah pariwisata di negeri gajah putih itu mapan, baru memperkenalkan Phuket sebagai wisata baharinya.

Hal itu dilakukan setelah penambangan di wilayah laut berhenti puluhan tahun dan recovery dampak pertambangan benar-benar terjadi. Sehingga keadaan lautnya sudah kembali seperti semula.

Berbeda dengan Belitung yang dari awal dikenal karena laut dan pantainya. Sedangkan seni dan budaya Belitung belum mampu menopang kegiatan pariwisata bila laut Belitung rusak karena pertambangan.

"Di Thailand itu yang dijual bukan laut awalnya, kalau Belitung wisatanya yang kita jual adalah laut. Itu yang tidak paham Direktur PT Timah, kalau di Thailand yang dijual budayanya pada awalnya, seni dan budayanya. Karena disana kaya seni dan budaya," jelas Tare. (cla)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved