Bantaran Sungai Disulap Jadi Objek Wisata Menarik
Konsep yang dilakukan yakni dengan memundurkan tiga meter setiap rumah. Sehingga terjadi pelebaran sungai.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang
POSBELITUNG,COM, JOGJAKARTA - Pemerintah Kota Jogjakarta mengubah permukiman kawasan bantaran sungai dengan konsep menarik.
Seperti di pinggiran sungai Buntung Kelurahan Karangwaru "menyulap" kawasan tersebut menjadi kawasan wisatawan. Bahkan, program tersebut dijaga oleh sebuah komunitas di daerah setempat.
Sugito, Kordinator Badan Keswadaan Masyarakat (BKM) Tri Gaya Laru Mandiri mengatakan program ini dimulai tahun 2015. Saat ini sudah dikerjakan hingga 600 meter.
Katanya, dalam setengah tahun komunitas melakukan sosialisasi untuk mengubah mindset masyarakat.
"Dulu kumuhnya luar biasa. Jika hujan langsung banjir dan meluap. Selain sampah, pondasi masuk ke sungai. Sekarang setelah perubahan.
Masyarakat bisa tahu manfaatnya menjaga kebersihan sungai,"katanya sembari menyusuri pinggiran sungai, Kamis (6/10/2016).
Konsep yang dilakukan yakni dengan memundurkan tiga meter setiap rumah. Sehingga terjadi pelebaran sungai.
Lalu, kata Sugianto, tak ada ganti rugi atas lahan tersebut. Dengan pemberian 3 meter rumah warga, tanah tersebut dijadikan akses.
"Lalu kami tata. Dengan memberikan ruang mural atau seni melukis dinding kepada anak muda. Lalu, digelar taman. Dan pondok-pondok. Sekarang menjadi objek wisata juga,"katanya.
Anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp 12 miliar. Namun, tetap ada bantuan dari para warga. Bantuan tersebut berupa sumbangan material. (cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kawasan-pinggiran-sungai-butong_20161006_183432.jpg)