Mantan Menkes Siti Fadilah Gugat Praperadilan KPK, Pasca Ditetapkan Tersangka Koruspi

Siti Fadilah sebelumya ditetapkan KPK sebagai tersangka, kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan flu burung tahun anggaran 2007.

Mantan Menkes Siti Fadilah Gugat Praperadilan KPK, Pasca Ditetapkan Tersangka Koruspi
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari 

POSBELITUNG.COM -- Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengajukan gugatan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait penetapannya sebagai tersangka.

Gugatan praperadilan tersebut telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Iya, Senin kabarnya jadwal sidangnya," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, saat dihubungi Tribun, Jakarta, Sabtu (8/10/2016).

Gugatan tersebut didaftarkan pada 9 September 2016 lalu, terdaftar pada nomor 121/Pid.Prap/2016/PN.Jkt.Sel.

Siti Fadilah sebelumya ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan flu burung tahun anggaran 2007.

Nama Siti Fadilah Supari sebelumnya juga disebut dalam surat dakwaan milik Ratna Dewi Umar.

Siti disebut memerintahkan penunjukkan langsung, dalam empat proyek pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung tahun anggaran 2006-2007 di Kemenetrian Kesehatan.

Jaksa I Kadek Wiradana saat membacakan dakwaan mengatakan bahwa, pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung tahun anggaran 2006.

Anggaran itu pada Direktorat Bina Pelayanan Medik Dasar Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan sebesar Rp 42.459.000.000 (Rp 42 miliar), dilakukan dengan penunjukkan langsung, atas arahan Siti Fadilah.

Demikian juga, dalam pengadaan peralatan kesehatan untuk melengkapi rumah sakit rujukan penanganan flu burung, dari DIPA APBN-P tahun anggaran 2007 pada direktorat yang sama sebesar Rp 50 miliar.

Siti Fadilah kembali disebut memerintahkan agar pengadaan dilakukan dengan metode penunjukan langsung kepada PT Kimia Farma Trading Distribution.

Dalam pengadaan reagen dan consumable penanganan virus flu burung dari DIPA tahun anggaran 2007 pada direktorat yang sama sebesar Rp 30 miliar, juga terjadi hal yang sama.

Siti Fadilah Supari kembali disebut memerintahkan, agar pengadaan dilakukan dengan metode penunjukan langsung kepada PT Kimia Farma Trading Distribution. (Tribunnews.com/Eri Komar Sinaga)

Editor: rusmiadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved