Pro dan Kontra Aturan Baru Skor Bulutangkis

Tak jarang pula, anggapan banyak orang justru malah memperpanjang durasi sebuah idealnya pertandingan.

Pro dan Kontra Aturan Baru Skor Bulutangkis
SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA
Ilustrasi Bulutangkis 

POSBELITUNG,COM - Pemandang baru terlihat dalam gelaran Chinese Taipei Masters 2016 yang tengah berlangsung di Hsing Chuang Gymansium, Kota Taipei.

Umumnya, setiap pertandingan bulutangkis mencapai poin 21 atau unggul 2 poin dari lawannya dalam 2 game dinyatakan menang, namun kali ini Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mencoba sistem skor baru yaitu 11x5 atau 11 points, 5 games.

Pemain yang mampu meraih 11 point dalam 3 game baru akan dinyatakan menang.

Sebelumnya peraturan ini sudah sempat dijajal hanya saja Chinese Taipei Masters 2016 menjadi turnamen resmi pertama yang diterapkan sistem demikian.

Jelas, peraturan tersebut mengundang pro dan kontra para pecinta bulutangkis.

Banyak yang menganggap peraturan tersebut akan mengurangi tingkat keseruan sebuah pertandingan.

Tak jarang pula, anggapan banyak orang justru malah memperpanjang durasi sebuah idealnya pertandingan.

Peraturan skor 11x5 mulai dibahas sejak pertemuan para petinggi BWF pada 30 Mei 2014 silam.

Pada pertemuan tersebut, BWF memberi alasan diterapkannya skor 11x5 yaitu agar membuat permainanbulutangkis lebih menarik untuk disaksikan.

Terakhir pada babak semifinal Badminton Asia Championship 2016 yang berlangsung di Wuhan, Tiongkok, 26 April hingga 1 Mei 2016.

Pertandingan yang mempertemukan antara Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari melawan Naoko Fukuman/Kurumi Yonao (Jepang) memecahkan rekor baru sebagai pertandingan terpanjang di dunia (161 menit atau 2 jam 41 menit).

Sayangnya dua ganda putri andalan tanah air itu harus takluk dari pasangan negeri sakura.

Editor: edy yusmanto
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved