Breaking News:

Festival Belitong 2016

Pariwsata Belitung Terancam Tambang Laut, Sanem : Kerusakan Laut Sudah Terlalu Parah

Izin pengerukan timah dihapus sehingga kapal-kapal tersebut tidak lagi melewati perairan Belitung

Editor: Rusmiadi
Istimewa
Kapal isap untuk aktivitas penambangan timah di laut, berlabuh di perairan laut Teluk Pering, Kelapa Kampit, Belitung Timur 

POSBELITUNG.COM -- Keberadaan kapal isap untuk aktivitas penambangan timah di laut Pulau Belitung, menjadi ancaman pengembangan sektor pariwisata di Negeri Laskar Pelang ini.

Bupati Belitung Sahani Saleh mengungkapkan, masih banyak kapal milik mafia tanah yang "mengisap" potensi perairan Belitung sehingga bisnis dan industri pariwsata di kabupaten tersebut terhambat.

Sahani menyampaikan hal tersebut saat pembukaan Festival Belitong 2016 yang dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi dan Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Safri Burhanuddin, di Tanjung Kelayang, Sabtu (22/10/2016). 

"Padahal, sebagai Negeri Laskar Pelangi, Belitung punya potensi yang tidak kalah dibanding daerah lainnya. Letak geografisnya yang strategis, hanya satu jam dari Singapura merupakan nilai tambah tersendiri," ungkap Sahani.

Sahani mengeluhkan, kendati Belitung sudah ditetapkan sebagai Kawasan Pariwisata Strategis Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2016, namun masih berkeliarannya kapal mafia timah dinilai bisa menggagalkan program tersebut.

"Program ini akan percuma karena kapal mafia timah masih mengobok-obok potensi pariwisata Belitung," imbuh Sahani. 

Untuk itu, Sahani berharap, izin pengerukan timah dihapus sehingga kapal-kapal tersebut tidak lagi melewati perairan Belitung.

"Kerusakan laut sudah terlalu parah. Padahal yang mau kami jual adalah eco-wisata dengan kekayaan baharinya," ucap Sahani.

Festival Belitong 2016 sendiri merupakan rangkaian acara dan bagian dari Sail Karimata 2016. Dampak dari event tersebut sangat signifikan meningkatkan perekonomian Kabupaten Belitung.

Sahani mencontohkan, sektor yang terdampak event Sail Karimata 2016 dan Festival Belitong adalah perhotelan.

Tumbuhnya perhotelan ini secara langsung membangkitkan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.

"Setelah ini, kami akan menggelar acara pariwisata empat hingga lima kali dalam setahun," tandas Sahani.

Baca : Musuh Terbesar Masyarakat Pulau Belitong Adalah Kapal Isap

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved