Breaking News:

Serangan Cyber Melanda Amerika, Akses Internet Tersendat, Twitter Ikut Kena Imbasnya

Departemen Keamanan Dalam-Negeri Amerika mengatakan pihaknya sedang menyelidiki semua kemungkinan penyebab kemacetan internet itu

Editor: Rusmiadi
kompas.com
ilustrasi 

POSBELITUNG.COM  -- Internet mulai sulit diakses di Amerika Serikat (AS), kemudian menyebar ke beberapa wilayah Eropa Barat yang menyebabkan pemadaman beberapa situs internet yang popular, termasuk social media Twitter, layanan pengiriman uang PayPal, layanan music-streamer Spotify dan tempat diskusi Reddit.

Sebelas jam setelah serangan dunia maya mula-mula terjadi di Amerika Serikat hari Jumat (21/10/2016), perusahaan lalu-lintas internet Dyn mengatakan masalah tersebut telah berhasil diselesaikan.

Dyn, perusahaan di New Hampshire, Amerika Serikat, yang mengelola bagian-bagian penting infrastruktur internet, mengatakan mereka diserang kira-kira pukul 11:00 GMT.

Dyn, yang server-servernya mengalihkan lalu-lintas internet dengan Domain Name System (DNS), mengatakan setelah menanggulangi serangan pertama, lalu serangan kedua terjadi lagi kira-kira pukul 17:00 GMT.

Setelah menangkis serangan kedua, Dyn mengatakan mereka mengalami lagi masalah malam-harinya. Pada waktu itu, perusahaan tersebut mengatakan mereka sedang menyelidiki “beberapa serangan.”

Hal ini dilaporkan telah dapat ditanggulangi sekitar pukul 22:00 GMT.

Departemen Keamanan Dalam-Negeri Amerika mengatakan pihaknya sedang menyelidiki semua kemungkinan penyebab kemacetan internet itu.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest menyebut serangan itu berniat jahat, tetapi mengatakan ia tidak mempunyai informasi mengenai siapa yang mungkin mendalanginya.

Para pengguna internet yang terkena akibat serangan itu mengalami kelambatan mencari informasi melalui internet.

Serangan yang disebut penyebaran hambatan pelayanan (DDOS), terjadi ketika para peretas membanjiri server dengan lalu-lintas internet sampai server itu kewalahan melayani besarnya lalu-lintas dan padam.

Serangan tersebut juga dialami oleh Airbnb, Netflix, Etsy, SoundCloud dan The New York Times. [gp]

Sumber: VOA Indonesia

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved