Breaking News Gerebek Tuak

Polisi Temukan 100 Liter Tuak dari Toko

Minuman itu, masih tersimpan didalam tiga derigen masing-masing berukuran 20 liter dan satu ember berukuran besar, terselipkan dibagian pojok warung.

Penulis: Disa Aryandi |
Pos Belitung/Disa Aryandi
Capt foto : Aktivitas Penjualan Minuman Tuak, Rabu (26/10/2016) Ketika Diamankan Polisi. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Sekitar 100 liter minuman tuak, Rabu (26/10/2016) ditemukan aparat kepolisian di tempat penjualan beralamatkan di Jalan Keramat RT 09/04 Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Minuman itu, masih tersimpan didalam tiga derigen masing-masing berukuran 20 liter dan satu ember berukuran besar, terselipkan di bagian pojok warung.

"Ini yang kami temukan. Semuanya tuak tidak ada minuman arak," kata Kasat Intelkam Polres Belitung, Iptu Ponijan kepada Posbelitung.com, Rabu (26/10/2016).

Tuak

Pengertian Tuak

Tuak adalah sejenis minuman beralkohol Nusantara yang merupakan hasil fermentasi dari nira, beras, atau bahan minuman/buah yang mengandung gula.

Tuak adalah produk minuman yang mengandung alkohol. Bahan baku yang biasa dipakai adalah: beras atau cairan yang diambil dari tanaman seperti nira pohon enau atau nipah, atau legen dari pohon siwalan atau tal, atau sumber lain.

Kadar alkohol tuak di pasaran berbeda-beda bergantung daerah pembuatnya. Tuak jenis arak yang dibuat di pulau Bali yang dikenal juga dengan nama Brem Bali, dikenal mengandung alkohol yang kadarnya cukup tinggi.

Beberapa tempat di Pulau Madura dahulu dikenal sebagai sebagai penghasil tuak, namun orang Madura tidak mempunyai kebiasaan minum yang kuat.

Saat ini dapat dikatakan sangat sedikit orang Madura yang minum tuak atau arak.[butuh rujukan] Masyarakat Tapanuli (Sumatera Utara), khususnya masyarakat Batak menganggap bahwa tuak berkhasiat menyehatkan badan karena mengandung efek menghangatkan tubuh.

Hal yang sama dijumpai pada masyarakat suku Toraja di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang memiliki kebiasaan minum tuak. Selain untuk menghangatkan badan, tuak dari pohon enau di Toraja telah menjadi minuman pada ritual-ritual adat.

Sehingga setiap pelaksanaan ritual adat sudah pasti tersedia tuak. (Wikipedia)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved