Breaking News:

Sering Jadi Imam Masjid Pria Ini Ditangkap Densus 88 Anti Teror

Dalam penggeledahan, aparat menemukan benda-benda yang diindikasikan sebagai bahan pembuatan bom.

Editor: Edy Yusmanto
TRIBUNSOLO.COM/BAYU ARDI ISNANTO
Ilustrasi 

Menurutnya, tugas GW di kelompok itu menangani logistik untuk aksi teror di sekitar Jateng dan Jatim. Magetan memang berada di perbatasan dua provinsi ini.

Nama Gatot disebut-sebut terlibat dalam jaringan kelompok teroris yang sudah diungkap Densus 88. Polisi khawatir yang bersangkutan memasok logistik yang menjadi alat dan sarana aksi teror.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Agus Rianto menambahkan, polisi tak hanya menemukan pipa-pipa paralon.

Ada juga plastik berisi arang, buku panduan perangkat elektronika, kaleng berisi gula batu, baterai alkaline dua buah, korek api empat buah, dan lima ponsel.

"Kami juga menemukan dua parang, dua clurit, empat golok, dan satu pisau. Turut kami sita komputer di rumah terduga, tiga buku rekening bank, dua rompi bela diri, dan beberapa buku," kata Agus.

Sejumlah petugas dari Polres Magetan terlihat berjaga saat penggeledahan berlangsung.

Kepala Satuan Reskrim Polres Magetan AKP Partono menyatakan pihaknya hanya hanya membantu mengamankan lokasi.

"Ini petugas dari Densus 88 dan tim Inafis Solo. Kami hanya membantu pengamanan lokasi," terang Partono.

Penangkapan dan penggeledahan rumah Gatot tak urung mengejutkan warga setempat. Setelah penggeledahan selesai, terduga dan istrinya dibawa oleh Densus 88.

Suparman yang rumahnya persis di sebelah rumah Gatot menyebut, dokter DR pernah menjadi pegawai negeri sipil. Karier tertingginya adalah memimpin sebuah puskesmas kecamatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved