4 Remaja Ini Berkelahi Seperti Adegan di Film-film, 1 Warung Kopi Jadi Berantakan Dibuatnya

Empat remaja warga Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan ditangkap polisi karena terlibat perkelahian di sebuah warung makan, Jalan Gang Kim Ting

4 Remaja Ini Berkelahi Seperti Adegan di Film-film, 1 Warung Kopi Jadi Berantakan Dibuatnya
Pos Belitung/Disa Aryandi
Empat remaja yang melakukan perkelahian, hingga membuat pengerusakan, Selasa (1/11) ketika berada di Polsek Tanjungpandan. Pos Belitung/Disa Aryandi 

POSBELITUNG.COM ‑ Empat remaja warga Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan ditangkap polisi karena terlibat perkelahian di sebuah warung makan, Jalan Gang Kim Ting, Tanjungpandan, Minggu (30/10) sekitar pukul 00.30 WIB malam.

Mereka ditangkap anggota Reskrim Polsek Tanjungpandan di Jalan Air Serkuk, Desa Air Saga Tanjungpandan, Senin (31/10) sore.

Empat remaja berinisial  GO (16), YU (16) dan dua diantaranya berstatus pelajar PU (14) serta IW (15) berkelahi dan menyebabkan kaca dan sejumlah piring di warung kopi itu pecah berantakan.

Pemilik warung akhirnya melaporkan peristiwa itu ke polisi.

"Sebetulnya kami semua orang delapan, tapi yang lain pada kabur semua. Awalnya kami makan di situ, terus ada teman aku minta rokok. Mungkin tidak dikasih, jadi langsung dihajar," kata GO kepada Pos Belitung, Selasa (1/11).

GO mengaku, mereka berempat tidak tahu pasti awal mula terjadi perkelahian tersebut, hingga membuat dua warung rusak.

"Kami cuma ikut hajar saja. Teman aku yang kabur itu pakai kayu mukulnya. Tidak ada niat awalnya kami," kata PU sambil menundukan kepala.

Tono (46), pemilik warung kopi yang warungnya rusak dalam peristiwa tersebut ikut hadir di Polsek Tanjungpandan, Selasa (1/11).

Warga Jalan Perumnas, Desa Pelempang Jaya itu ingin tahun siapa pelaku pengerusakan warungnya.

"Awalnya mereka hanya berantem di warung Padang itu. Tapi karena ada yang kabur jadi lari ke warung aku. Seperti di film‑film itu lah kejadiannya," kata Tono.

Menurut Tono, saat itu ia tidak bisa melerai perkelahian kelompok remaja ini. Pasalnya jumlah dari remaja tersebut terlalu banyak. Perkelahian itu menyebabkan kaca berukuran panjang sekitar 1,5 meter hancur dipecahkan beberapa remaja itu.

"Kalau yang warung makan itu, cuma piring‑piring saja yang pecah. Kalau tempat aku kaca, itu dihajar pakai kayu. Kami lapor ke polisi mintanya buat efek jera saja dan orang tuanya dipanggil. Ini jangan sampai terulang lagi," katanya. (n3)

Baca berita selengkapnya di Harian Pos Belitung edisi cetak Rabu 2 November 2016

Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved