Anak Kembar Ini Terpaksa Dinikahkan untuk Hindari Kematian

Sebab, menurut kepercayaan orangtuanya, anak kembar ini dianggap sebagai reinkarnasi dari 'belahan jiwa' dari kehidupan di masa lampau.

Exclusivepix Media
Si kembar Teekatat dan Tawisa Hiranmekawanit yang dinikahkan secara adat 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana

POSBELITUNG.COM - Banyak orangtua yang mengharapkan untuk mendapatkan anak kembar.

Tapi berbeda dengan orangtua di Thailand ini.

Dikutip dari Mirror.co.uk, sepasang anak kembar harus menjalani ritual yang tak biasa.

Kembar laki-laki dan perempuan ini harus melakukan upacara tradisional.

Sebab, menurut kepercayaan orangtuanya, anak kembar ini dianggap sebagai reinkarnasi dari 'belahan jiwa' dari kehidupan di masa lampau.

Anak kembar berusia tiga tahun ini menjalani upacara tradisional di Provinsi Ang Thong, Thailand.

Kakak beradik bernama Teekatat dan Tawisa Hiranmekawanit ini harus dinikahkan satu sama lain.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kesialan.

Exclusivepix Media
Exclusivepix Media

Ibu dari anak kembar tersebut, Sasi Hiranmekawanit mengatakan kalau anak kembarnya yang selalu tersenyum tersebut percaya mereka merupakan pasangan di kehidupan sebelumnya dan dipisahkan oleh tragedi yang mengerikan.

Mereka adalah direinkarnasikan bersama sebagai anak kembar dan harus ditunjukkan menikah kepada para "malaikat" bahwa merekaSALING mencinta dan akan bersama selamanya, menurut ibu dari mempelai pria dan wanita

"Mereka harus menikah, jika tidak seorang dari mereka bisa meninggal," ucapnya.

"Kami memberikan upacara pernikahan menurut kepercayaan kami bahwa dahulu kala laki-laki dan perempuan kembar merupakan belahan jiwa namun tidak bisa bersama.

"Mereka terlahir kembali sekarang, mereka terlahir kembali sebagai kembar laki-laki dan perempuan."

Keduanya tampak lucu ketika mengenakan pakaian pengantin serba putih berpadu warna emas.

Mempelai wanita menggunakan pakaian adat dengan sarung berwarna emas dan selempang berwarna emas.

Sedangkan mempelai pria menggunakan baju putih, serta celana dan selempang berwarna emas.

Layaknya pernikahan sungguhan, si anak laki-laki harus memberi sinsod, semcam pembayaran yang dilakukan oleh keluarga pria kepada mempelai wanita, sekitar 22,000 Baht Thailand (8 juta Rupiah) dan 30,5 g emas 23 karat.

Exclusivepix Media
Exclusivepix Media

Penduduk desa dan sanak keluarga juga hadir pada upacara pernikahan yang dilakukan di Wiset Chai Charn di distrik Ang Thong.

"Suasanyanya sangat santai dan baik. Masyarakat sekitar membantu kami. Sebagai orang tua kami menanggung semua pernikahan ini untuk membiarkan para malaikat tahu bahwa anak kembar kami bahagia dengan cinta dan akan selalu bersama," ungkapnya.

Orang tua percaya kalau kepercayaan kuno ini untuk menunjukkan kepada para malaikat kalau merekaSALING mencinta dan tidak akan terpisahkan.

Meski mereka telah menikah, tapi itu hanya secara adat saja, bukan secara hukum.

Artinya ketika dewasa nantinya mereka bisa mencari pasangan masing-masing dan menikah.

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved