Kasus Pencabulan

Pelaku Rusak Kelamin Bocah 4 Tahun Pakai Sendok Ini

Selain Sendok, barang bukti (BB) yang diamankan oleh polisi dalam kasus tersebut, dua buah celana dalam korban dan stail pakaian korban.

Penulis: Disa Aryandi |
IST
Capt foto : Kapolsek Tanjungpandan, AKP Gineung Praditina. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Sebuah sendok berukuran kecil, berbahan stainless ditemukan Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan dalam kasus pencabulan terhadap anak usai empat tahun, yang dilakukan oleh tersangka Rapei (34).

Selain Sendok, barang bukti (BB) yang diamankan polisi dalam kasus tersebut, dua buah celana dalam korban dan pakaian korban.

"Nah untuk sendok itu, digunakan tersangka sebagai alat merusak kelamin korban," kata Kapolsek Tanjungpandan, AKP Gineung Praditina kepada Posbelitung.com, Selasa (20/12/2016).

Baca: Gadis Periang Itu Telah Tiada, Begini Kisah Wali Kelasnya

Kata Akpol jebolan tahun 2008 itu, warga Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung itu melakukan perbuatan cabul tersebut tidak hanya satu kali.

"Dia sudah berulang kali, dan ada beberapa lokasi. Tentunya itu dengan bujuk rayu, habis itu baru melakukan perbuatan cabul tersebut. Selain sendok sebagai alat tersangka berbuat cabul, tersangka juga menggunakan jari tangannya untuk mencabuli korban," ujarnya.

Pria berkulit sawo matang itu, ditangkap oleh kepolisian, Minggu (18/12/2016) lantaran telah melakukan pencabulan kepada seorang anak kecil sebut saja bunga.

Baca: Jenazah Mahasiswi yang Tewas Usai Minum Kopi Tiba di Belitung Sore Ini

Bunga yang baru berusia empat tahun tersebut, kini harus menelan pil pahit akibat dari perbuatan warga asal Serang, Banten tersebut. Rapei secara langsung dilaporkan oleh ibu kandung korban, wanita berinisial MI (20).

Tanpa lama, polisi yang telah menerima laporan tersebut langsung meringkus pria berkulit sawo matang ini. Rapei diketahui belakangan, masih memiliki tali saudara dengan korban. Tidak lain gadis mungil yang dicabuli oleh pelaku itu, merupakan cucu dari istri korban.

Keseharian pria ini, merupakan buruh harian dan memiliki pekerja yang tidak menentu. Terkadang ketika memiliki waktu luang, pelaku memilih untuk memancing.

Rapei merupakan seorang lelaki yang tidak menamatkan pendidikan di sekolah dasar (SD). Ketika melakukan perbuatan cabul kepada korban, ia mengaku telah hilap berbuat seperti itu. Kondisinya saat itu sedang galau, dan tidak memiliki uang untuk bermain game pointbalk (PB).

"Gelap mata saya waktu itu, saya juga lagi galau waktu itu, duit juga tidak ada untuk main PB jadi lari kesitu (cabul). Tidak sadar lah pokok nya waktu saya lakukan itu," kata Rapei kepada Posbelitung.com, Senin (19/12/2016).

Salah satu lokasi pelaku mencabuli korban, yaitu dibagian ruang tengah untuk menonton televisi (TV), tepatnya pelaku mencabuli korban secara berulang kali.

Jari manis bagian tangan kanan pelaku, dipergunakan oleh korban sebagai alat untuk mencabuli anak gadis itu. Kondisi rumah waktu itu, dalam keadaan kosong serta hanya ada pelaku dan korban berada didalam rumah tersebut. Istri korban sewaktu itu, sedang berjualan.

"Iya cuma kami berdua lah. Istri pergi berjualan, rumah memang dalam keadaan kosong. Dia (korban) datang sendiri kerumah dengan temannya, cuma temannya langsung pergi," ujarnya.

Kondisi rumah korban dan pelaku, hanya berjarak sekitar 20 meter. Pelaku berhenti berbuat keji itu, setelah melihat bagian kelamin korban berdarah. Padahal selama ini, hubungan antara korban dan pelaku baik-baik saja.

"Dia sudah biasa memang dirumah, kemarin itu dia (korban) datang dengan temannya kerumah, tapi temannya langsung pulang," kata dia. (*).

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved