Breaking News:

Yuk Kunjungi Desa Wisata Kreatif Terong di Destinasi Belitung

Desa wisata di salah satu destinasi prioritas itu sudah di soft launching, Sabtu (17/12/2016). Ini merupakan salah satu destinasi yang pas

Instagram @belitungisland
Wisatawan bersantai di sebuah pantai di Belitung Timur. 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA – Pernah mendengar desa wisata? Atau pernah singgah dan menginap di sana? Bagi yang belum pernah bersentuhan dengan desa wisata, cobalah tengok Desa Wisata Kreatif Terong, Sijuk, Belitung.

Desa wisata di salah satu destinasi prioritas itu sudah di soft launching, Sabtu (17/12/2016). Ini merupakan salah satu destinasi yang pas untuk liburan keluarga di Belitung.

“Ini menjadi salah satu percontohan desa wisata yang berada di salah satu destinasi prioritas. Harapan kami, desa wisata di kawasan ini bisa meningkatkan nilai jual Tanjung Kelayang khususnya dan Belitung pada umumnya,” papar Oneng Setya Harini, Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata, Senin (19/12).

Peluncuran Desa Wisata Kreatif Terong, Sijuk, Belitung ini bisa terealisasi lantaran ada jalinan kerja sama antara Local Work Group Destination Management Organization (LWG-DMO) bersama kelompok masyarakat dan Pemerintah Desa Terong.

LWG-DMO sendiri merupakan lembaga independen bentukan Kementerian Pariwisata untuk tata kelola destinasi pariwisata.

“Pentahelix-nya jalan. Semuanya langsung connect," kata wanita berkerudung itu.

Pentahelix adalah ide Menpar Arief Yahya, yang mengkolaborasi 5 unsur subjek atau stakeholder pariwisata di kawasan itu. Academician, Business, Community, Government dan Media. Menpar Arief Yahya biasa menyingkatnya dengan sebutan ABCGM.

“Support pemerintah juga tidak main-main. Semua lini memberikan perhatian yang konkret,” tambah Oneng.

Bagi Oneng, community itu adalah bagian dari ekosistem yang sangat penting. Budaya, adat istiadat, kuliner, kesenian mereka adalah aset yang bukan hanya indah sebagai cultural value, tetapi juga menaikkan nilai atraksi kawasan destinasi tersebut.

Apalagi, sejak film Laskar Pelangi yang mengambil lokasi syuting di Belitung ‘meledak’ di pasaran. Wisatawan jadi makin banyak yang datang ke sana. Penambang dan nelayan pelan-pelan mulai menggeser mata pencaharian utamanya menjadi pemandu wisata.

Halaman
123
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved