Breaking News:

Panwaslu: Black Campaign Bisa Dijerat UU ITE

Kampanye hitam seperti itu, kata dia, dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE).

Penulis: Dede Suhendar |
Panwaslu: Black Campaign Bisa Dijerat UU ITE
int
ilustrasi panwaslu

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Ketua Panwaslu Kabupaten Belitung, Jookie Vebriansyah mengatakan, jika kampanye di media sosial berisi ujaran kebencian, fitnah, atau hasutan maka bisa dikategorikan ke ranah pidana atau kampanye hitam.

Kampanye hitam seperti itu, kata dia, dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE).

Meskipun demikian, untuk menentukan apakah kampanye tersebut masuk dalam ranah pelanggaran pidana atau tidak, Panwaslu Kabupaten Belitung tetap akan berkoordinasi dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) yang merupakan gabungan tiga institusi yaitu panwas, kepolisian dan kejaksaan

"Kampanye di medsos tetap ada aturannya, salah satunya mengenai pembatasan akun oleh tim sukses. Jika di Peraturan KPU (PKPU) tidak dibatasi, tapi di Peraturan Bawaslu, dibatasi, yaitu hanya tiga akun," katanya saat ditemui posbelitung.com, Senin (2/1/2016).

Dirinya menambahkan, sebelum tahapan kampanye dimulai, tim sukses wajib mendaftarkan akun tersebut kepada KPU dilanjutkan ke Panwas dan Polisi.

Jookie menjelaskan, terdapat perbedaan antara black campaign dengan negative campaign.

Menurutnya yang dilarang adalah black campaign dengan menebar fitnah, kebencian dan lainnya, sedangkan negative campaign tidak masalah asal disertai fakta dan bukti

"Jadi masyarakat juga harus mampu membedakan black campaign dengan negative campaign," katanya.

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved