Breaking News:

LIPUTAN KHUSUS

Petani di Belitung Dapat Bantuan Bibit Karet

Kabupaten Belitung mendapat alokasi bibit buat lahan seluas 150 hektare (ha), rinciannya, 92 ha di Kecamatan Membalong dan Badau 59 ha.

Editor: Rusmiadi
Petani di Belitung Dapat Bantuan Bibit Karet
Ilustrasi

Dedi memperkirakan, fluktuasi harga terjadi karena pengaruh kualitas pada karet kering yang dihasilkan petani.

"Mereka biasanya menggunakan tawas, pupuk NP-36, dan cuka. Padahal campuran itu justru mengurangi kandungan getah karet, jadi kualitasnya berkurang," katanya.

Para penyuluh, kata dia, selalu memberikan saran dan ilmu tentang cara mencampur yang sesuai teknis perkebunan.

Akan tetapi karena alasan untuk menekan biaya yang lebih murah, pola-pola yang salah tetap diterapkan.

Selain itu, tidak adanya perbedaan harga beli antara kualitas bagus dan baik dari pembeli membuat para petani mempertahankan itu.

"Memang lebih murah, karena satu kilo pupuk NP-36 itu bisa mencampur untuk satu hektare. Alasannya itu biaya tadi, kami kan tidak bisa memaksa," katanya.

Jika sesuai teknis, campuran karet harus dengan asam semut dan deorap. Pada dasarnya takaran campuran tersebut hampir sama yang diterapkan petani.

Akan tetapi memang harga deorap lebih mahal dan khusus di Belitung agak sulit mendapatkannya.

"Deorap itu bisa dicampur 19 liter air , tapi memang agak mahal. Biasanya cuman ada di Palembang dan Jakarta," katanya.

Masuk database

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved