Evaluasi Pejabat Pemerintah Daerah Itu, Berkaca dari Pengelolaan Klub Sepak Bola

Seorang kepala daerah dalam analogi ini, bisa dianggap sebagai seorang pelatih atau manager dalam klub sepak bola era indutrialisasi

Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Rusmiadi
Marwansyah 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNGTIMUR -- Pemerhati Sosial Politik dan Pemerintahan Belitung Timur Marwansyah berpendapat, cara evaluasi kinerja pejabat di lingkungan Pemkab Beltim, setidaknya bisa mencontoh gaya klub sepak bola di era industri.

Evaluasi seperti itu merupakan cara mengavaluasi yang jelas dan terukur.

"Performa klub sepak bola itu bahkan sampai diukur seberapa jauh seorang pemain berlari di lapangan. Berapa kali menendang bola, berapa kali yang targetnya meleset, hingga ke hal-hal terkecil terkait kesehatan pemain. Itu digunakan sebagai indikator pertimbangan pergantian pemain ataupun pemilihan pemain inti atau cadangan," ujar Marwansyah kepada Pos Belitung, Minggu (8/1/2017)

Menurut dia, pola evaluasi seperti itu dapat dijadikan pijakan dalam melihat kinerja pejabat struktural di lingkungan Pemkab Beltim.

Terlebih di sektor-sektor prioritas Pemkab Beltim. Tujuannya jelas agar setiap performa kinerja pejabat itu memiliki indikator yang jelas dan terukur.

"Misalnya pejabat struktural di instansi terkait Perkebunan dan Pertanian. Mereka itu harus paham data lapangan luar kepala. Misalnya, berapa luasan hektar perkebunan karet atau sawit baik milik perusahaan ataupun rakyat. Berapa jumlah batangnya, inventarisir permasalahannya, bentuk ukuran capaiannya per bulan, per tahun. Kemudian selesaikan satu per satu, evaluasi kinerja," beber Marwan.

Selanjutnya, ujar Marwan, seorang kepala daerah dalam analogi ini bisa dianggap sebagai seorang pelatih atau manager.

Bupati Beltim bisa meminta pejabat struktural tersebut mempresentasikan kinerja dan evaluasinya secara berkala baik bulanan ataupun tahunan.

"Kepala daerah juga harus punya standar. Seorang sekda juga harus paham standar tersebut. Bila perlu buat sistem evaluasinya se-kreatif dan inovatif mungkin. Sesuaikan dengan visi misi dan program kerja kepala kerja. Kalau seorang pejabat struktural mulai dari levelan kasi hingga kepala dinas dinilai kinerjanya kurang memuaskan, baru copot, ganti, tegur atau bisa juga beri reward sederhana bisa berupa pujian objektif," ujarnya.(*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved