Breaking News:

Bos Facebook Bakal ke Indonesia Bahas Berita Hoax

Rencananya orang nomor satu Facebook, Mark Zuckerberg yang bakal datang khusus untuk membicarakan permintaan tersebut.

Editor: Edy Yusmanto
SETPRES/LAILY RACHEV
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan musisi Abdee Slank (lima kanan) berbincang dengan pendiri Facebook Mark Zuckerberg (kanan) saat mengunjungi Facebook Headquarter, Menlo Park, Silicon Valley, California, Amerika Serikat, Rabu (17/2/2016). Dalam kunjungannya tersebut Jokowi berkesempatan menorehkan pesan di The Facebook Wall berbunyi "Bersama Damai dalam Harmoni" lalu membubuhkan tanda tangannya; Jokowi Indonesia. TRIBUNNEWS/SETPRES/LAILY RACHEV 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara telah meminta Facebook untuk turut serta memberantas peredaran "hoax" atau berita bohong.

Rencananya orang nomor satu Facebook, Mark Zuckerberg yang bakal datang khusus untuk membicarakan permintaan tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu (8/1/2017) lalu, Rudiantara mengatakan berniat mengajak para penyedia layanan media sosial, seperti Twitter dan Facebook untuk aktif mencegah peredaran hoax.

Kala itu, Rudiantara mengatakan telah bertemu dan membahas persoalan hoax dengan Twitter.

Sedangkan Facebook baru dihubungi dan berjanji akan segera membicarakan masalah itu dengan pemerintah di Indonesia.

Selanjutnya, pada Selasa (17/1/2017), saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Rudiantara memastikan  pembicaraan dengan Facebook akan terjadi pada akhir Januari nanti.

Zuckerberg pun dipastikan akan hadir mengikuti pembicaraan tersebut. “Sudah pasti. Akhir bulan, FB (Facebook) datang,” ujar pria yang akrab disapa Chief RA itu.

Rencananya, pembicaraan dengan Zuckerberg akan membahas seputar cara mencegah penayangan berita hoax, serta upaya memotong peredarannya agar tidak menjadi viral.

Pemerintah Indonesia juga tengah mempertimbangkan sanksi berupa denda apabila Facebook gagal menyaring berita hoax.

Pertimbangan mengenai sanksi berupa denda itu mirip dengan yang terjadi di Jerman.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved