Breaking News:

Happy Salma Berbisnis Termotivasi Dari Sang Ibu Jadi Pedagang yang Gigih

Merintis bisnis ini sejak 10 tahun silam bersama sahabatnya, saat ini sudah bisa mempekerjakan 200 orang pegawai

Editor: Rusmiadi
Posbelitung.com/Krisyanidayati
Happy Salma memberikan sharing motivasi di Workshop UMKM Hebat, Berani Ekspor di Era MEA, yang diselenggarakan BRI bekerja sama dengan Kontan, di Hotel Bahamas, Rabu (18/1/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Krisyanidayati

POS BELITUNG.COM, BELITUNG -- Aktris  Happy Salma rupanya tak hanya eksis di dunia entertainment.

Wanita kelahiran 4 Januari 1980 ini juga eksis sebagai pengusaha perhiasan dengan brand Tulola Jewerly.

Ia merintis bisnis ini sejak 10 tahun silam bersama sahabatnya, saat ini sudah bisa mempekerjakan 200 orang pegawai.

Ia merintis bisnisnya dari mulai menjajakan dagangannya dengan menawarkan ke orang-orang, bahkan sempat tak ada yang membeli.

Namun hal itu tak lantas membuat dirinya patah semangat untuk memperkenalkan produknya.

"Saya coba pemasarannya dengan bawa satu tas yang isinya cincin dan anting, sampel perhiasannya lah. Saya datengin ke teman-teman gak ada yang mau beli. Terus saya berpikir dan akhirnya saya coba bikin pameran perhiasan. Kita coba tawarkan sesuatu yang berbeda bukan hanya sekedar perhiasan tapi ada cerita dibalik perhiasan itu," cerita Happy saat sesi Sharing dengan pelaku UMKM di Belitung dan Belitung Timur, di Hotel Bahamas, Tanjungpandan, Rabu (18/1/2017).

Happy menjadi narasumber dari kegitan Workshop UMKM Hebat Berani Ekspor di Era MEA, yang diadakan BRI dalam program BRI Peduli, kerja sama dengan Kontan.

Ia mengatakan dirinya termotivasi menjadi pengusaha dari sang Ibunda, Ia belajar dari kegigihan dari sang Ibu yang berjuang untuk ia dan keluarganya.

"Saya ingat ibu saya, dia gigih berdagang  apa saja yang penting halal. Saya sering ikut dia, karena melihat kegigihannya bisa jadi sukses, bagaimana kerja keras. Sebagai seorang perempuan juga harus pinter cari uang, saya juga mau seperti beliau," Katanya.

Menurut Happy darah berdagang memang mengalir sejak dirinya masih kecil. Bahkan ia sudah biasa berdagang sejak dibangku sekolah.

Menurutnya, bisnis bukan hanya sekedar untung dan rugi, melainkan juga panggilan hati dan kesukaan terhadap bisnis yang digeluti.

"Diluar profesi ini saya juga seneng dari dagang, dari kecil kalau yang ibu saya punya dagangan saya jualan di sekolah ke ibu teman saya. Tapi balik lagi ya, karena bisnis juga harus pakai hati. saya pernah buka konveksi sama kakak saya tapi hati saya gak disitu, akhirnya gak jalan. Tapi bisnis ini, selain ada peluang dan panggilan hati dan saya suka jadi akhirnya jalan. Saya senang melakukannya," kata ibu satu anak ini. (*)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved