Bupati Belitung Resmikan Rumah Kek Awang yang Selesai Diperbaiki

Peresmian tempat tinggal Tetua Suku Sawang itu, dengan cara melakukan potong pita oleh Bupati Belitung, Sahani Saleh.

Bupati Belitung Resmikan Rumah Kek Awang yang Selesai Diperbaiki
Pos Belitung/Disa Aryandi
Capt foto : Kondisi rumah ketua suku sawang, Kamis (19/1/2017) usai dilakukan bedah rumah. Pos Belitung/Disa Aryandi 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Masih ingat dengan seorang sesepuh suku sawang yang tinggal di sebuah gubuk sangat tidak layak. Nah kini rumah Kek Awang (80) yang terletak di RT 07/01 Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung tersebut sudah selesai dibenahi.

Kamis (19/1/2017) hari ini, rumah Kek Awang yang sudah dibangun secara permanen tersebut, secara langsung diresmikan oleh Bupati Belitung, Sahani Saleh (Sanem) bersama Kepala Detasemen B Pelopor Polda Bangka Belitung, AKBP Wahyu Dharmalaksana.

Peresmian tempat tinggal Tetua Suku Sawang itu, dengan cara melakukan potong pita oleh Bupati Belitung, Sahani Saleh. Orang nomor satu di Belitung ini sangat berterima kasih atas upaya pihak yang telah peduli terhadap kelayakan hidup Suku Sawang.

"Saya sangat berterima kasih sekali, dan ini sangat luar biasa," ucap Sanem kepada Posbelitung.com, Kamis (19/1/2017).

Bedah rumah ini, semula dilakukan oleh Gabungan Pecinta Alam Belitong (Gapabel) sejak Desember 2016 lalu. Pembangunan tersebut lantas dibantu oleh pihak dari Detasemen B Pelopor Polda Bangka Belitung (Brimob).

Selama lima hari, personil Brimob bersama Gapabel membangun rumah tersebut secara keroyokan hingga selesai kemarin.

Rumah ketua suku sawang
Rumah ketua suku sawang

Kek Awang yang hidup sebatang kara pun kini telah bisa hidup dan berteduh di rumah tersebut.

"Mudah-mudah karya kami ini bermanfaat, berkah untuk Kek Awang sendiri. Serta bisa jadi wadah untuk beliau mengembangkan kebudayaan suku sawang," kata Kepala Detasemen B Pelopor Polda Bangka Belitung (Brimob), Wahyu Dharmalaksana kepada Posbelitung.com.

Sebelumnya, kondisi rumah Kek Awang, hanya memiliki ukuran sekitar dua meter kali dua meter, membentuk sebuah gubuk reyok berada dibalik rumah warga. Bagian atap gubuk itu, hanya dilengkapi dengan terpal berwarna biru, disisi dalam dilengkapi dengan bekas bener berwarna putih.

Dinding bagian luar, rumah yang hanya menggunakan kayu berukuran sekitar dua jari orang dewasa itu dilapisi dengan karung, maupun terpal bekas. Bagian pintu gubuk itu, hanya ditutup dengan terpel bekas dengan seuntai tali sebagai pengunci.

Sedangkan lantai dari gubuk itu, hanya disusun kayu bulat dengan bagian atas dilapisi kain atau baju bekas. Ruang gerak gubuk yang memiliki tinggi sekitar dua meter itu, sangat terbatas. Namun itulah kondisi sebuah rumah sebagai tempat tinggal tetua suku sawang.

Penulis: Disa Aryandi
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved