Breaking News:

Naiknya Inflasi AS Dorong Rupiah ke Zona Merah

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, dolar index mengalami penguatan tajam merespon naiknya inflasi Negeri Paman Sam

Editor: Edy Yusmanto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas memperlihatkan pecahan dolar AS yang akan ditukarkan di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Kawasan Blok M, Jakarta, Senin (24/8/2015). Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka di kisaran Rp 14.006 dan sempat mencapai posisi tertinggi pada level Rp 14.017 karena imbas dari perang mata uang (currency wars). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (19/1/2017) bergerak di zona merah.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 40 poin ke level Rp 13.373 dari posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya Rp 13.333 per dolar AS.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, dolar index mengalami penguatan tajam merespon naiknya inflasi Negeri Paman Sam ke atas 2 persen secara tahun ke tahun.

"Yield US Treasury juga naik menandakan tingginya ekspektasi kenaikan suku bunga (AS)," ucap Rangga.

Kondisi tersebut memicu pelemahan pergerakan rupiah terhadap dolar AS, dimana ketidakpastian global meningkat jelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden As.

"Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia nanti sore terkait BI Seven Day Repo Rate diperkirakan tetap di level 4,75 persen, penting direspon BI terhadap situasi global serta prospek inflasi domestik yang akan mulai naik," tutur Rangga.

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved