Suap Pembelian Mesin Jet

Politikus Gerindra: Semoga Terkait Emirsyah Tersangka KPK tak Kurangi Kepercayaan Masyarakat

Politikus Gerindra itu meminta seluruh Direktur BUMN agar selalu hati-hati dan tidak lalai dalam penentuan proses dan pelaksanaan pengadaan barangjasa

Editor: Edy Yusmanto
Warta Kota/henry lopulalan
DIRUT GARUDA MUNDUR - Emirsyah Satar selesai rapat pengunduran diri sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno di Kantor BUMN Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (11/12/2014).Surat pengunduran diri sudah diserahkan kepada Kementerian BUMN, dan akan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada hari jumat ini. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Terungkapnya kasus mantan Direktur Garuda Indonesia Emirsyah Satar jadi momentum perbaikan bagi seluruh direktur BUMN.

Emirsyah telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengadaaan pesawat dan mesin pesawat dari airbus S.A.S dan Rolls Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia.

Demikian dikatakan Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro melalui pesan singkat, Jumat (20/1/2017).

Nizar memberikan apresiasi kepada KPK yang telah mengungkap kasus tersebut.

" KPK berhasil mengungkap suap antar lintas negara dan ini baru pertama kali suap lintas negara dapat diungkap. Karena ini berkaitan dengan proses pengadaan pesawat yang diduga tidak sesuai oleh KPK," kata Nizar.

Oleh karenanya, Politikus Gerindra itu meminta seluruh Direktur BUMN agar selalu hati-hati dan tidak lalai dalam penentuan proses dan pelaksanaan pengadaan barang jasa.

Ia yakin KPK memiliki data yang sangat lengkap mengenai data-data pengadaan barang jasa. Nizar pun prihatin dengan kasus yang membelit mantan Dirut Garuda Indonesia tersebut.

"Semoga dengan terjadinya kasus ini tidak mengurangi kepercayaan masyarakat Indonesia. Apalagi PT Garuda Indonesia sudah diakui dunia international dan sebentar lagi akan membuka rute Jakarta-Tokyo-Los Angeles," kata Nizar.

Sebelumnya, Emirsyah Satar ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengadaaan pesawat dan mesin pesawat dari airbus S.A.S dan Rolls Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia.

Emirsyah Satar jadi tersangka karena menerima uang dalam bentuk mata uang yakni 1,2 juta euro dan 180 ribu golar Amerika atau setara Rp 20 miliar dan barang senilai 2 juta dollar Amerika.

Suap tersebut sehubungan total pengadaan pesawat air bus untuk Garuda Indonesia kurun waktu 2005-2014 sebanyak 50 pesawat.

Pada kasus tersebut KPK menetapkan dua orang tersangka. Selain Emirsyah Satar, KPK juga menetapkan Benneficiari Connaught International Pte. Ltd Sutikno Soedarjo yang diduga sebagai perantara.

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved