Sejarah Belitung Timur - Ini Kisah Perjalanan yang Menginspirasi Berdirinya Kota Manggar

Sejarah berdirinya kota Manggar berkaitan erat dengan pembukaan distrik tambang timah baru NV Billiton Maatschappij (B.M) di wilayah timur Pulau Belit

Sejarah Belitung Timur - Ini Kisah Perjalanan yang Menginspirasi Berdirinya Kota Manggar
net

”Nama semak dalam bahasa Melayu berarti ’tidak dapa dijalani’ dan itu sangat tepat. Tempat perjalanan kami terdiri dari bidang batu miring, celah-celah, ujung tajam, dan bongkahan-bongkahan batu lepasan yang bergerak kalau diinjak kaki. Pekerjaan kami adalah meloncat-loncat dan bergelantungan. Akhirnya kami selamat melewati bebatuan dan kami turun ke dataran pasir pantai. Sementara itu bulan sudah tidak tampak lagi, perahu schonner kelihatan lampu putihnya, tetapi perahu Sekah tidak kelihatan. Kami melanjutkan perjalanan di pantai yang tidak kami kenal itu untuk mendekati perahu, tetapi kami harus berhenti jam setengah sebelas malam di parit hampiran karena kedalamannya tidak bisa dijalani juga karena adanya buaya yang pasti akan ditemui,” kata De Groot.

Tanggal 4 Agustus, pukul 05.00 mereka dijemput untuk berangkat  menuju kapal schonner Den Dekker yang berlabuh di Pulau Begantong. Selanjutnya mereka bertolak ke Lubuk Batu di tepian sungai Lenggang dan kaki bukit Gunong Selumar.

peta de groot
Sketsa rute perjalanan De Groot dan rombonganya di wilayah timur Pulau Belitung tahun 1862.

”Lubuk Batu waktu itu dirancang menjadi tempat utama dari distrik tambang timur, atas nasehat saya itu ditinggalkan dalam tahun 1862 dan Manggar dipilih sebagai tempat-kepala. Antara penghunian sementara Tuan Den Dekker di Sungai Lolo dengan titik di Manggar untuk kampung bernama sama di waktu itu hanya ada satu kampung kecil Ma Sain, dan antara titik itu dan Lubuk Batu hanya terdapat kampung famili Gadong. Sebagian besar dari pantai timur hanya sedikit penghuni,” kata Den Dekker.

”Kami telah menjalani parah terbesar dari pantai timur Blitong dan dengan cara petualangan, siang dan malam, tetapi segera setelah perjalanan yang tak dikehendaki itu terlampau dan berakhir tanpa kecelakaan, pasti pada semua pengikut akan terkenang sebagai suatu petualangan yang bersejarah dan yang selalu diingat, seperti saya,” kata De Groot.

Bila merujuk pada keterangan De Groot tampak pemindahan pusat distrik baru di wilayah timur ke Manggar berlangsung pada tahun 1862. Kurun waktunya tentu pada bulan Agustus-Desember 1862. Menurut Molema, lokasinya berada di sebelah kanan sungai Manggar.

Gambaran mengenai pusat distrik itu juga bisa dilihat dalam Peta Blitong buatan De Groot yang diterbitkan pada tahun 1887.

peta De Groot
peta De Groot
Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved