Wabup Belitung Sempat Lihat Janin yang Dibuang, Peristiwa Ini Membuat Miris

Dirinya tak menampik, hamil di luar nikah ataupun hasil hubungan gelap merupakan sebuah aib, utamanya bagi kaum hawa.

Wabup Belitung Sempat Lihat Janin yang Dibuang, Peristiwa Ini Membuat Miris
Pos Belitung/Disa Aryandi
Anggota Satreskrim Polres Belitung mengevakuasi janin yang di buang di aliran sungai di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Paal Satu, Kecamatan Tanjungpandan, Rabu (18/1/2017). Pos Belitung/Disa Aryandi 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani miris mendengar peristiwa pembuangan janin di dalam parit yang terjadi beberapa hari lalu.

Bahkan orang nomor dua di Negeri Laskar Pelangi itu bahkan menyempatkan diri melihat janin tersebut di RSUD dr H Marsidi Junono, Kamis (19/1/2017) lalu.

Ia menilai membuang janin merupakan perbuatan yang sangat tidak bertanggungjawab bagi orangtua.

Meskipun tidak diinginkan, menggugurkan hingga membunuh janin menurutnya bukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah.

"Kalau tidak mau jangan seperti itu, ini kan dosa besar. Biarkan dia lahir dulu, nanti berikan kepada orang lain, saya percaya banyak orang yang mau mengasuhnya," ujar Erwandi, Jumat (20/1/2017).

Dirinya tak menampik, hamil di luar nikah ataupun hasil hubungan gelap merupakan sebuah aib, utamanya bagi kaum hawa.

Akan tetapi, sebagai manusia tentunya harus bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan.

Terlebih Kabupaten Belitung sudah mempunyai Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sebagai wadah untuk mencegah dan menyelesaikan segala persoalan kekerasan pada perempuan dan anak.

"Kalahkan rasa malu itu dan bertanggungjawab demi kelangsungan hidup manusia. Walaupun masih janin, tapi itu tetap manusia," katanya.

Ia menilai kejadian tersebut bermula dari pergaulan bebas yang sudah melebihi batas.

Sehingga terjadi hal-hal yang pada dasarnya belum siap dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu, Erwandi mengatakan peranan keluarga sangat efektif untuk mencegah kejadian tersebut.

"Makanya peranan keluarga ini sangat penting sekali. Jadi pendidikan anak dari lahir hingga menikah itu kuncinya tetap di keluarga," katanya. (N1)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved