Imlek 2568

Helly Tjandra: Tahun Ayam Api Itu Harus Lebih Awal dengan Lebih Semangat

Ayam Api itu, pertama harus kerja keras, tapi pada tahun ini kita harus lebih awal. Ibaratnya, kalau berangkat kerja itu harus lebih awal start.

Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Rusmiadi
Ilustrasi Shio 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNGTIMUR -- Warga Tionghoa akan merayakan tahun baru Imlek 2568, bertepatan pada tanggal 28 Januari 2017 mendatang.

Satu dari sekian banyak Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan itu di Indonesia adalah Helly Tjandra.

Lelaki itu adalah seorang dokter dan juga sebagai abdi negara, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Helly berpendapat dan menyampaikan kesan secara umum Imlek di tahun ini, jika dikaitkan dengan tahun ayam api.

"Bagi saya jika lihat sifat-sifatnya, Ayam Api itu, pertama harus kerja keras, tapi pada tahun ini kita harus lebih awal. Ibaratnya, kalau berangkat kerja itu harus lebih awal start. Sifat-sifat ayam itu kan rabun kalau malam, kalau ambil keputusan itu malam, bisa jadi tidak benar lah itu," tutur Helly kepada Posbelitung.com, Sabtu (21/1/2017).

Selain itu, ujar Helly, jika melihat unsur pada shio ini adalah api, maka itu berarti lebih awal dan lebih semangat.

"Berarti lebih awal dan lebih semangat. Pepatah tiongkok itu mengatakan jangan sampai "senai-senai", agak santai sedikit, karena kalau sudah siang rezeki sudah dipatok ayam, sudah disikut ayam lain. Api itu juga melambangkan semangat berkorban, dan bersamangat, dan kita harus optimistis bahwa tahun ini adalah tahun yang bagus," kata Helly.

Helly mengatakan ia bershio ular.

"Saya melihat tahun ini bagi pribadi saya, saya harus menjaga kesehatan, jangan sampai dipatok ayam. Kemudian lebih waspadalah dari segi semuanya," ujar Helly sambil setengah tertawa.

Biasanya, tutur Helly, hari raya Imlek begitu berkesan bagi anak-anak dan remaja.

Jika di Beltim, anak-anak akan merayakannya dengan berpelesir ke pantai seperti Tanjung Kelayang dan Manggar.

"Itu biasanya kalau anak kecil, itu kalau saya di Kecamatan Kelapa Kampit dulu. Minimal masih remaja lah. Sekarang, saya pribadi, merayakannya dengan sungkeman dengan orangtua. Dua-duanya masih lengkap di Pasar Kelapakampit," tutur Helly.(*)

Sungkeman dengan orangtua itu akan dilanjutkan dengan bersilaturahmi dengan tetangga dan saudara di sekitar kediaman orangtua Helly.

"Biasanya kalau anak kecil itu dia dikasih angpau. Malam sebelum hari raya Imlek itu masih kumpul keluarga dalam rangka makan bersama. Itulah intisari utamanya. Saya kan tiga saudara, paling adek saya ada di Beltim, satunya di Jakarta, paling yang di Jakarta itu akan datang," beber Helly. (M3)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved