Pembunuhan di Membalong

Saksi Mata Pembunuhan Juaini Mendengar Teriakan Ini Saat di Lokasi Kejadian

Usai menyoroti kejadian pembunuhan itu, Hendra tidak langsung meneruskan laju sepeda motornya dan memutuskan untuk berhenti.

Saksi Mata Pembunuhan Juaini Mendengar Teriakan Ini Saat di Lokasi Kejadian
Pos Belitung/Disa Aryandi
Polisi ketika melakukan pra rekonstruksi terhadap kasus pembunuhan Biduan Campak di Membalong, Selasa (24/1/2017). Pos Belitung/Disa Aryandi 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Suara minta "tolong-tolong" yang keluar dari mulut korban Juaini (38), Sabtu (21/1/2017) malam membuat laju sepeda motor yang dikendarai oleh saksi Hendra (29) terhenti.

Bagian depan sepeda motor Yamaha Vega R berwarna merah hitam yang dikendarai Hendra langsung mengarah ke lokasi kejadian.

Saat itu, Hendra bersama adik sepupunya Kohir (18) melajukan sepeda motor itu dari arah Parang Bulo menuju Aik Kundor, Kecamatan Membalong.

"Aku mendengar suara minta tolong itu lah jadi berhenti. Cewek itu (Juaini) yang bilang minta tolong itu, tolong-tolong-tolong kata dia. Habis itu aku berhenti," ujar Hendra kepada Posbelitung.com, Selasa (24/1/2017).

Usai menyoroti kejadian pembunuhan itu, Hendra tidak langsung meneruskan laju sepeda motornya dan memutuskan untuk berhenti.

"Habis itu aku turun dari motor, aku lihat laki-laki itu (diduga Suhairi) lagi duduk dan cewek itu (Juaini) lagi terbaring di dalam selokan," ujarnya.

Sebelumnya wanita yang berstatus janda tersebut pergi dari rumah untuk berangkat ke lokasi pentas campak di Desa Parang Bulo, Sabtu (21/1/2017) sekitar pukul 19.10 WIB.

Ia pergi bersama seorang pria bernama Sahirun (44) yang juga merupakan pemain musik grup campak tersebut dan kekasih korban.

Dua orang ini menggunakan sepeda motor KTM list Jupiter Z tanpa plat nomor bersama anak korban bernama Lina yang mengendarai motor lainnya.

Mereka berangkat dari rumah korban di perumahan Angkasa Puri PT Foresta Desa Kembiri, Kecamatan Membalong.

Di sepanjang jalan, Lina yang mengendarai sepeda motor sendiri berada di depan sepeda motor yang dikendarai Suhairi.

Selama perjalanan Lina terus memantau kendaraan Suhairi dari kaca spion.

Jika kendaraan Suhairi sudah tidak terlihat, Lina berhenti. Pasalnya tujuan tiga orang ini adalah untuk melakukan mentas musik campak di Desa Parang Bulo.

Saat memasuki lokasi kejadian, sepeda motor Suhairi memang sudah tidak terlihat dari pantauan Lina. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved