VIDEO: Pembuang Janin di Bawah Jembatan Belum Terungkap, Polisi Ambil Sampel DNA

Autopsi tersebut dilakukan untuk pengambilan sample DNA terhadap janin yang ketika ditemukan masih terdapat plasenta menempel.

Penulis: Disa Aryandi |

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Satreskrim Polres Belitung mendalami kasus penemuan janin laki-laki yang sebelumnya ditemukan di bawah kolong jembatan Jalan Gatot Subtoro, Kelurahan Paal Satu, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (18/1/2017) sekitar pukul 07.30 WIB pekan lalu.

Janin tersebut masih berada di ruang jenazah RSUD dr H Marsidi Judono Kabupaten Belitung dilakukan autopsi oleh personel Unit Identifikasi Satreskrim Polres Belitung, Selasa (24/1/2017).

Autopsi tersebut dilakukan untuk pengambilan sample DNA terhadap janin yang ketika ditemukan masih terdapat plasenta menempel.

"Kami mengambil sample saja terhadap Janin tersebut. Ini supaya jika ada terduga sebagai pelaku pembuangan janin itu, maka akan kami cocokan DNA nya," kata Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Chandra Mata Rohansyah kepada posbelitung.com, Selasa (24/1/2017).

Pengambilan sample DNA itu dilakukan di ruang jenazah tempat menyimpan janin tersebut dan bekerjasama dengan pihak rumah sakit.

"Untuk pelakunya kami masih berusaha melakukan pengungkapan. Kasus ini sekarang masih lidik," ucapnya.

Sebelumnya Atet (60) menjadi orang pertama yang melihat orok (bayi) di saluran air Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Paal Satu, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (18/1/2017).

Ia tak menduga bungkusan tersebut merupakan orok. Awalnya, pria berusia setengah abab lebih ini melihat dari kejauhan seperti boneka.

Namun karena penasaran, Atet mendekatinya. Ternyata, ada orok tersebut. 

"Aku kira awalnya boneka, terus aku penasaran, lalu aku dekati tau-tau bayi," ucap Atet kepada Posbelitung.com, Rabu (18/1/2017).

Atet melihat secara jelas kondisi orok itu. Sudah memiliki kuku.

"Sudah ada kukunya. Tapi pagi kan aku selesai buka bengkel, terus aku berdiri di pojok, lihat-lihat ikan lalu aku lihat itu (orok)," ujarnya.

Usai mengetahui adanya orok tersebut, Atet langsung berlari ke Kantor Desa Paal Satu, untuk memberi laporan kepada perangkat desa.

"Habis itu baru datang polisi sama orang-orang. Aku memang biasa berdiri di pinggir saluran air ini lah setiap pagi, lihat - lihat ikan," kata dia. (*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved