Breaking News:

Tak Hanya Patrialis Akbar, Ini Dia Daftar Panjang Menteri Era SBY Yang Terjerat Kasus Korupsi

Tertangkapnya Patrialis Akbar menambah daftar panjang menteri di era pemerintahan presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Editor: Kamri
TRIBUN/DANY PERMANA
Hakim Konstitusi Patrialis Akbar. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

POSBELITUNG.COM - Patrialis Akbar, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). 

Hal ini ditegaskan Ketua KPK Agus Raharjo.

Hakim MK Patrialis Akbar kena OTT di sebuah hotel di Tamansari, Jakarta Barat.

Baca: Setelah Menikah dengan Jenderal Polisi, Ini Kegiatan Presenter Berwajah Cantik Ini

Baca: Bukan Ira Kusno, Presenter Cantik Ini yang Akan Memandu Debat Kedua Cagub-Cawagub DKI

Baca: Berikut Ini Hakim -hakim yang Pernah Ditangkap KPK

Baca: Berikut Daftar Transfer Lengkap Liga Inggris Hingga Hari Ini, Pemain Satu Ini Transfer Termahal

Patrialis bahkan kabarnya ditangkap saat bersama seorang wanita.

"‎Benar soal informasi OTT yang dilakukan KPK di Jakarta. Ada sejumlah pihak yang diamankan saat ini. ‎ Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan," ucap Agus seperti dilaporkan Theresia Felisiani Reporter Tribunnews.com.

Tertangkapnya Patrialis Akbar menambah daftar panjang menteri di era pemerintahan presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terjerat korupsi.

Total ada enam menteri, tiga di antaranya telah divonis bersalah yakni Andi Mallarangeng, Suryadharma Ali, dan Jero Wacik.

1. Andi Mallarangeng (Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga)

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menilai Andi terbukti melakukan korupsi terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

Andi dinyatakan terbukti menyalahgunakan wewenang sehingga menguntungkan diri sendiri dengan melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved