Jawaban Pemilik Ternak Babi Soal Keluhan Warga Terkait Dugaan Pencemaran Air PDAM
Bujangan ini, memelihara Babi itu sejak beberapa tahun belakang, dengan tempat pemeliharaan
Penulis: Disa Aryandi |
Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi
POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Seorang warga bernama Aliong (56) tak sepakat jika pembuangan ternak bab*nya mencemari kolong sumber air baku PDAM.
Menurut dia, setiap hari ternak diberi makan dan dibersihkan.
Dan sisa pembuangan kotoran bab* kata Aliong ditampung dalam sebuah wadah yang dibuatnya sendiri.
Wadah tersebut berbentuk seperti lubang yang dibatasi gundukan tanah. Aliong menyakini sisa kotoran tak langsung ke kolong PDAM.
Kondisi ini, lanjut Aliong sudah berjalan selama bertahun-tahun.
"Ya begitu lah, sudah lama seperti itu. Tapi tidak langsung ke air, masih ada batas sedikit gundukan tanah, baru ke PDAM," kata Aliong saat ditemui Pos Belitung Senin (30/1/2017).
Kandang bab* itu, berada tepat RT 21/04 Desa Air Pelempang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Setidaknya ada puluhan ekor bab* yang dipelihara Aliong.
Bujangan ini, mengaku memelihara bab* sudah sejak beberapa tahun terakhir.
Ia memanfaatkan bagian kanan pekarangan rumahnya yang semi permanen sebagai lokasi kandang.
"Iya punya saya, sudah lama saya pemilihara, sudah bertahun-tahun lah, dari orangtua saya dulu," ucap Aliong.
Baca: Warga Khawatir Pembuangan Ternak Babi Cemari Kolong PDAM
Bab* yang dipelihara oleh bujangan ini, memiliki ukuran bervariasi, dari yang kecil hingga besar. Biasa kalau sudah besar, bab* langsung dijual.
"Iya untuk dijual dipasar, biasa ada yang ngambil dengan saya. Saya pelihara sendiri lah Babi ini, biasa saya setiap hari kasih makannya, saya siram juga," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kolong-pdam-dekat-pembuangan-ternak-babi_20170130_145603.jpg)