Breaking News:

Ketua RT Sebut Banjir di Billiton Regency Disebabkan Aktivitas Tambang Ilegal

Namun beberapa bulan belakangan, aktivitas tambang ilegal menggunakan mesin robin marak dilakukan di sekitar area tersebut.

Penulis: Dede Suhendar
Pos Belitung/Dede Suhendar
Kondisi perumahan Billiton Regency Desa Aik Rayak, masih terendam banjir, Senin (30/1/2017). (Pos Belitung/Dede Suhendar) 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Ketua RT 42 RW 14 di Perumahan Biliton Regency, Desa Aik Rayak, Azhari mengatakan banjir yang merendam 15 unit rumah di area perumahan merupakan kejadian yang pertama kali.

Sebelumnya, kata dia, aliran air dari arah kolong yang berada di belakang RSUD itu mengalir melalui bandar.

Namun beberapa bulan belakangan, aktivitas tambang ilegal menggunakan mesin robin marak dilakukan di sekitar area tersebut.

Kemudian, pasir tailing yang dihasilkan dibuang di aliran bandar tempat air mengalir hingga tertutup.

Sehingga pasca hujan lebat beberapa hari, air dalam bandar tersebut meluber mengarah ke perumahan.

"Pokoknya semenjak harga timah naik hampir Rp 200 ribu sekilo kemarin ramai yang ngekot (nambang) di situ. Tailingnya itu dibuang di bandar sampai ketutup, ini akibatnya," ujar Azhari kepada posbelitung.com, Senin (30/1/2017).

Selaku ketua RT setempat Azhari sebenarnya tidak tinggal diam.

Ia mengatakan sudah pernah menugur oknum yang menambang.

Tetapi mereka tetap bersikeras terus menambang di situ.

"Alasannya kan tetap ke perut, untuk mencari nafkah. Tapi mereka tidak tahu akibatnya," katanya.

Dirinya juga sudah meminta bantuan kepada Satpol PP Kabupaten Belitung.

Namun pasca penertiban, para penambang kembali melakukan aktifitas di area yang sama.

"Jadi susah, hari ini ditertibkan, dua tiga hari kembali lagi," katanya.

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved