Breaking News:

Kepala Sekolah Curhat Kondisi SDN 11 Gantung di Facebook, Khawatir Sekolah Ambruk

Beberapa ruang kelas, khususnya ruang kelas 1 dan 2 serta 3 dan 4 atapnya bocor. Langit-langit ruangannya terbuka lebar dan dikhawatirkan ambruk.

Penulis: Dedi Qurniawan |
Facebook Zuliandi
SDN 11 Gantung 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Kondisi bangunan SD Negeri 11 Kecamatan Gantung sangat memperihatinkan.

Beberapa ruang kelas, khususnya ruang kelas 1 dan 2 serta 3 dan 4 atapnya bocor.

Langit-langit ruangannya terbuka lebar dan dikhawatirkan ambruk.

Kondisi ini diungkapkan Kepala SD Negeri 11, Zuliandi di dinding facebook miliknya ‘Abi Yahya’.

Ia ingin Dinas Pendidikan dapat segera merehab bangunan supaya bisa layak untuk kegiatan belajar mengajar.

“Tiga lokal kami itu sengnya sudah karatan semua Pak. Makanya pas musim hujan ini banjir semua di dalam kelas,” ujar Zuliandi seperti dikutip dari rilis pers yang diterima Pos Belitung, Rabu (1/2/2017)

SD Negeri 11 yang terletak di Pulau Long Desa Selinsing Kecamatan Gantung tersebut diakuinya sejak tahun 2009 tidak pernah direhab.

Lokasinya yang terpencil dan berada di pulau dinilai membuat biaya renovasi agak sedikit lebih mahal dibanding yang di daratan.

“Akhir tahun lalu, sudah pernah ada pengawas dan Pak Alpian dari Dinas Pendidikan datang ke sini untuk melihat kondisi sekolah kami. Namun sampai saat ini belum ada kabarnya,” ujar Abi sapaan sehari-hari Zulfiandi.

Abi menyatakan kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar untuk siswa kelas enam dipindahkan ke ruangan perpustakaan.

Ia berharap semangat murid-muridnya tetap tinggi untuk meraih ilmu dengan kondisi sekolah yang ada.

“Harus segera diperbaiki, kasihan anak-anak kita. Kami berharap dengan kondisi ini semoga tak menyurutkan semangat belajar bagi anak pesisir kami tuk menggapai cita-cita setinggi langit,” harapnya.

Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan, Alpian mengakui jika kondisi kerusakan SD yang hanya memiliki 45 orang murid tersebut adalah paling terparah di Kabupaten Beltim.

Ia menyatakan sekolah tersebut sangat mendesak untuk segera diperbaiki.

“Bukan hanya di Pulau Long, SD 16 Pulau Sekunyit juga parah. Bisa dikatakan yang terparah, soalnya kan sampai sekarang masih digunakan untuk belajar mengajar,” kata Alpian.

Alpian membenerakan, pada Desember 2016 lalu, Ia dan rombongan pengawas sudah melihat langsung kondisi SD 11.

Namun Alpian masih belum tau apakah tahun ini bisa dianggarkan atau tidak pada kegiatan rehab gedung sekolah.

“Kita tau kan sekarang keuangan daerah kurang memadai. Menurut saya pihak sekolah juga harus membuat Dapodik (Data Pokok Pendidikan), mudah-mudahan nanti dari Kementerian ada yang bisa melihat dan menganggarkan. Jadi bukan hanya berharap ke APBD saja,” ucap Alpian dalam rilis pers yang sama.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Beltim, Ardian menilai perbaikan sangat mendesak untuk dilakukan.
Ia menyatakan jika komisinya dan Badan Anggaran DPRD sudah menganggarkan Rp 300 juta untuk perbaikan SDN 11 Gantung dan SDN 16 Gantung.

“Sangat urgen ini, memprihatinkan kondisinya. Prioritas harus segera diperbaiki. Tahun kemarin sudah kita anggarkan cuman gak pas cek di DPA tahun ini gak ada lagi,” ujar Ardian.

Ardian menyesalkan kegiatan rehab tidak dimasukan ke dalam anggaran.

Ia mensyalir adanya pemotongan anggaran dari Pemerintah Provinsi Babel membuat kegiatan tersebut dihilangkan.

“sampai Banggar dak ada masalah. Setelah dapat SK Gubernur tiba-tiba dicoret. Padahal itu sudah ditinjau dari Komisi Ombudsman agar jadi prioritas. Nanti kami akan bantu semampunya,” ujarnya. (*/M3)

Berikut foto-foto kondisi dan aktifitas di SD N 11 Gantung di Pulau Long:

SDN 11 Gantung
SDN 11 Gantung
SDN 11 Gantung
SDN 11 Gantung
SDN 11 Gantung
SDN 11 Gantung
SDN 11 Gantung

SDN 11 Gantung

SDN 11 Gantung
SDN 11 Gantung

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved