Breaking News:

Lokasi Pemuda Sempat Hilang Misterius Tak Diadakan Selamat Laut Tiga Tahun Terakhir

Dia menyebut kurang tepat jika disebut tidak pernah ada kegiatan selamatan laut di perairan Selindang selama tiga tahun belakangan.

IST
Ilustrasi - Kegiatan tradisi asli Belitung selamat laut di Desa Suak Gual, Selat Nasik, Belitung. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Kepala Desa Senyubok Annasrul Hakim mengatakan, kegiatan Selamatan Laut atau dikenal juga dengan "Buang Jong" adalah kegiatan yang tak bisa dimaju-mundurkan.

Setiap tahun kegiatan itu lazim dilakukan pada bulan April-Mei setiap tahunnya.

"Saya juga sudah tanya sama dukun laut, itu tidak bisa dimajukan atau dimundurkan. Ada waktunya. Itu sekitar bulan empat atau bulan lima biasanya," kata dia kepada Pos Belitung, Rabu (1/2/2017).

Desa Senyubok, ujar Annasrul, telah menganggarkan budget untuk kegiatan Selamatan Laut.

Dia menyebut kurang tepat jika disebut tidak pernah ada kegiatan selamatan laut di perairan Selindang selama tiga tahun belakangan.

Lokasi tersebut merupakat lokasi dimana seorang pemuda desa setempat hilang secara misterius selama satu hari.

"Kegiatan itu semacam Buang Jong itu. Saya sudah tanya kemarin karena saya baru juga jadi kepala desa ini kan, baru delapan bulan. Katanya, itu dilaksanakan. Tapi memang tidak besar-besaran. Paling empat lima orang, tidak sampai melibatkan masyarakat banyak," ujar Kades termuda di Beltim ini.

Informasi yang dihimpun Pos Belitung, kegiatan Buang Jong disebut-sebut dapat memakan biaya penyelenggaraan hingga Rp 25 juta.

Menurut Annasrul, hal itu tergantung besar atau tidaknya penyelenggaraan.

"Tidak juga sebenarnya. Kan selain dianggarkan desa, juga biasanya ada warga yang ikut menyumbang hal-hal yang dibutuhkan. Itu tergantung penyelengaraan. Kalau mau gede-gedean sih seperti itu. Nantinya, Buang Jong di Selindang ini akan kami kemas semenarik mungkin, selain terkait kearifan lokal, ini juga untuk kegiatan pariwisata karena ini juga termasuk kekayaan adat istiadat, serta budaya di Pulau Belitung. Ini tidak ada sangkut pautnya dengan heboh-heboh kejadian dan cerita kemarin," beber Annasrul. (M3)

Penulis: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved