Breaking News:

Reaksi Aa Gym Atas Perlakuan Yang Ditimpakan Kepada Ketua MUI Ma'ruf Amin

Sikap Ahok dan pengacaranya saat menanggapi kesaksian Ketua MUI Ma'ruf Amin menuai reaksi

Editor: Kamri
Bangkapos.com/Yudistira
K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) bersorban. (Foto Bangka Pos, Yudistira Gatra Praja). 

POSBELITUNG.COM, BANDUNG - Sikap Ahok dan pengacaranya saat menanggapi kesaksian Ketua MUI Ma'ruf Amin menuai reaksi kemarahan dari banyak pihak, termasuk dai kondang asal Bandung KH Abdullah Gymnastiar atau yang kerap disapa Aa Gym.

Baca: Para Pria Mending Menjauh, 5 Wanita Cantik Ini Segera Melepas Status Lajang

Baca: Sederet Wanita Cantik Ini Pernah Mengelilingi Pelawak Sule

Baca: Dua Pemain Ini Bikin Ciut Nyali Iker Casillas Saat Penalti

Baca: Salah satu Perintah Pertama Donald Trump, Operasi SEAL Team 6 di Yaman Berujung Baku Tembak

Dalam akun twitter dan Facebooknya, dia menumpahkan kegeramannya atas perlakukan yang ditimpakan kepada ketua MUI. Ia tak terima Ma'ruf Amin dianggap berbohong dan tak pantas menjadi saksi. Ia juga tak suka ada pihak-pihak yang mengancamnya.

"Benar benar tak rela hati ini, geram atas sikap yang melampaui Batas orang orang yang tak berakhlaq kepada KH Ma’ruf Amin orang tua kita/ guru kita/ ulama kita Rois Aam NU dan pimpinan Majelis Ulama indonesia yang sangat kita hormati dan cintai,,,..
Sebaik nya siapapun jangan memancing kekeruhan dan merusak kesabaran ummat islam serta jangan merusak kebersamaan NKRI ini..," tulis Aa Gym dalam akun facebook beberapa jam lalu.

Di dalam akun twitternya, ia juga mencuitkan kalimat bernada serupa.

"Demi Alloh, tak rela KH Ma'ruf Amin, guru, orang tua, ulama kami, pimpinan MUI yang Amat kami hormati cintai, direndahkan dan diancam siapapun," ujar Aagym dalam akun Twitter @aagym, Rabu (1/2/2017).

Seperti diketahui, pada persidangan kemarin Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, keberatan dengan keterangan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin tentang pertemuan Ma'ruf dengan pasangan calon gubernur DKI nomor pemilihan satu, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, pada 7 Oktober.

Ma'ruf Amin menjadi saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum dalam persidangan kasus penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (30/1/2017). Ahok menjadi terdakwa dalam persidangan itu.

Menurut Ahok, Ma'ruf menutupi latar belakangnya yang pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ahok mengatakan, pengacaranya memiliki bukti tentang adanya telepon dari SBY kepada Ma'ruf agar Ma'ruf bertemu dengan Agus-Sylviana.

Namun, Ma'ruf membantah adanya telepon itu.

"Saya berterima kasih, saudara saksi ngotot di depan hakim bahwa saksi tidak berbohong, kami akan proses secara hukum saksi untuk membuktikan bahwa kami memiliki data yang sangat lengkap," kata Ahok dalam persidangan itu seperti dikutip dari laman Kompas.com.

Ahok mengatakan, Ma'ruf tidak pantas menjadi saksi karena tidak obyektif. Ma'ruf dinilai mendukung salah satu pasangan calon dalam Pilkada DKI 2017. Ahok sendiri merupakan salah satu calon pada Pilkada DKI. Ia berpasangan dengan wakilnya saat ini, yaitu Djarot Saiful Hidayat.

Ahok mengatakan, Ma'ruf sudah mempermainkan haknya.

"Percayalah, sebagai penutup, kalau Anda menzalimi saya, yang Anda lawan adalah Tuhan yang Mahakuasa, Maha Esa. Saya akan buktikan satu per satu dipermalukan. Terima kasih," ujar Ahok.

Ma'ruf Amin keberatan disebut telah mendukung pasangan Agus-Sylviana. Menurut dia, pertemuannya dengan Agus-Sylviana bukan dalam rangka memberi dukungan.

"Ya tetap pada keterangan saya, cuma saya keberatan dianggap mendukung pasangan nomor satu. Padahal, tidak ada kaitannya," kata Ma'ruf. (dia)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved