Breaking News:

Seorang Pemuda Sempat Hilang Misterius, Kades Senyubok Sebut Belitong Masih Kental Adat

Menurutnya, hal-hal mistis seperti yang terjadi pada Ogi bisa saja terjadi. Diapun memilih sikap antara percaya dan tidak percaya.

Penulis: Dedi Qurniawan |
Pos Belitung/Dedy Qurniawan
Kediaman Pito dan keluarganya di RT 06, Dusun Selindang, Desa Senyubok, Kecamatan Kelapa Kampit, Selasa (31/1/2017). POS BELITUNG/DEDY QURNIAWAN 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Kepala Desa Senyubok Annasrul mengakui kehebohan cerita yang berkembang di Desa Senyubok pasca sempat hilangnya nelayan setempat bernama Ogi dan dipercaya dibawa oleh makhluk halus.

Menurutnya, hal-hal mistis seperti yang terjadi pada Ogi bisa saja terjadi.

Diapun memilih sikap antara percaya dan tidak percaya.

"Kadang-kadang, Belitong ini masih kental dengan adat juga kan. Susah juga ini. Saya kalau ditanya begitu, percaya tidak percaya juga. Kami juga ketemu dengan Ogi itu, kata dia, penjelasannya seperti tidak sadar begitu, dibawa ke mana gitu. Termasuk soal pernah pinjam sandal ibu Sinta itu, sebenarnya mereka (ibu Sinta) tidak tahu soal pinjam-pinjam itu, main kembalikan saja, baru kemudian tahu. Ya percaya tidak percaya kalau penjelasan Oginya seperti itu," tutur Annasrul kepada Pos Belitung, Rabu (1/2/2017).

Sebelumnya, Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit dihebohkan dengan cerita berbau mistis beberapa hari belakangan.

Terlepas benar atau tidaknya kejadian di luar nalar tersebut, bahwa cerita itu menghebohkan masyarakat dibenarkan oleh dua pedagang di Pasar Kelapa Kampit, Arif dan Robi saat ditemui Pos Belitung, Selasa (31/1/2017) siang kemarin.

Pangkal cerita berbau mistis itu adalah menghilangnya seorang nelayan pencari udang yang menggunakan sungkur atau biasa disebut warga lokal 'Nyungkor', bernama Ogi, Kamis (26/1/2017) malam atau malam Jumat pekan lalu.

Nelayan bernama Ogi yang dimaksud adalah seorang pemuda berusia 20 tahun.

Dia pergi mencari udang pada Kamis (26/1/2017) sore, bersama ayahnya, Pito, dan sejumlah rekannya ke lokasi yang disebut masyarakat setempat dengan sebutan Laut Kerasak, Dusun Selindang, Kecamatan Kelapa Kampit.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved