Aroma Busuk Sampah di Samping Pagar, Kasihan Pelajar SMA 1 Negeri Tanjungpandan Belajar

Sekitar 100 meter sampah plastik bekas makanan dan produk detergen itu berserakan. Bau busuk kian menyengat saat langkah kaki

Aroma Busuk Sampah di Samping Pagar, Kasihan Pelajar SMA 1 Negeri Tanjungpandan Belajar
Pos Belitung/Dede Suhendar
Caption Kondisi jalan yang sampahnya berserakan di gang yang menghubungkan Jalan Ali Uyub dan Gatot Subroto, Kelurahan Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan, tepatnya di sebelah SMA Negeri 1 Tanjungpandan, Kamis (2/2/2017). (Pos Belitung/Dede Suhendar) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Tebaran sampah hampir menutupi jalan gang yang menghubungkan Jalan Ali Uyub dan Gatot Subroto, Kelurahan Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan, tepatnya di sebelah SMA Negeri 1 Tanjungpandan, Kamis (2/2/2017).

Sekitar 100 meter sampah plastik bekas makanan dan produk detergen itu berserakan. Bau busuk kian menyengat saat langkah kaki kian mendekati beberapa karung putih yang tergeletak di gang dengan lebar sekitar lima meter itu.

"Sudah berapa kami gotong royong membersihkan sampah itu dan spanduk juga sudah dipasang, tapi tetap saja numpuk. Itu kan yang buang orang luar kampung ini, sembari mereka melintas, karena kan memang sepi di situ," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya dan tinggal di sekitaran gang tersebut saat ditemui posbelitung.com.

Sampah di jalan dekat gang SMA N 1 Tanjungpandan
Sampah di jalan dekat gang SMA N 1 Tanjungpandan

Menurutnya tumpukan sampah mulai terlihat pasca TPS yang eks Pasar Inpres ditutup. Semenjak itu pula dirinya juga tidak mau melewati gang tersebut.

Kondisi gang yang sepi dan tertutup pagar kiri kanannya memang cocok dijadikan pembuangan sampah liar.

"Kalau kami tidak pernah lagi lewat di situ karena baunya busuk, jadi mending mutar saja lewat Ali Uyub," katanya.

Ia menilai oknum yang membuang sampah di lokasi itu tidak bermoral, karena tidak memikirkan nasib orang yang tinggal di sekitar. Bahkan gang tersebut juga dimanfaatkan siswa-siswi ketika berangkat dan pulang sekolah.

"Kasihan kan pelajar yang jalan kaki mau ke sekolah harus lewat sampah itu," katanya.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved