Gara-gara Darah, Pria Ini Bakal Terima Penghargaan dari Presiden Jokowi

Mardani tak menduga apa yang telah dilakoninya selama 31 tahun bakal membawanya bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo.

Pos Belitung/Edy Yusmanto
Mardani, satu dari enam pendonor darah di Kabupaten Belitung yang akan menerima penghargaan dari Presiden Jokowi pada 18-19 Februari 2017. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Edy Yusmanto

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Tak ada niat untuk dapat penghargaan apapun. Niatnya hanya ingin membantu sesama yang membutuhkan. Cuma itu.

Demikian disampaikan Mardani (53) warga Perumnas Desa Aik Pelempang Jaya kepada Pos Belitung, Sabtu (4/2/2017).

Mardani tak menduga apa yang telah dilakoninya selama 31 tahun bakal membawanya bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo.

Mardani merupakan satu dari enam pendonor darah Belitung yang mewakili Bangka Belitung untuk menerima tanda kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial (SLKS). Penyematan tanda ini bakal dilaksanakan di hotel Millenium Jakarta Pusat pada 18-19 Februari 2017.

“Tentulah bahagia. Itu kan orang nomor satu di negara kita. Tapi jujur, bukan itu tujuan saya donor darah. Saya ikhlas membantu orang yang membutuhkan, itu jauh lebih berharga. Mungkin ini bonus dari yang Diatas,” sebut Mardani.

Mardani mengaku tak memiliki persiapan khusus untuk bertemu Jokowi nanti. Ia merasa apa yang telah dicapainya kali ini merupakan berkah yang luar biasa.

“Biasa sajalah, bersyukur saja,” ucap Mardani.

Mardani mendonorkan darahnya pertama kali saat berusia 23 tahun. Kala itu, ia dimintai tolong wanita hamil dari Dusun Gunung Tiung Desa Pegantungan Kecamatan Badau.

“Ibu itu bukan mau melahirkan tetapi kekurangan darah, atau seperti mengalami pendarahan. Lupa aku jelasnya. Jadi, aku tulong lah waktu itu. Kalau ndak salah tahun 86,” jelas Mardani.

Setelah itu, Mardani mengaku merasa sangat senang bisa membantu orang lain. Dalam satu tahun, Mardani bisa mendonorkan darahnya empat sampai lima kali.

Tak ada dampak negatif yang dirasakan Mardani setiap kali mendonorkan darahnya. Justru, pria yang merupakan PNS Kabupaten Belitung ini merasa sangat segar lantaran aliran darahnya menjadi lebih lancar.

“Orang donor itu kan banyak keuntungannya. Karena sebelum donor kan diperiksa dulu, apa itu namanya screening. Otomatis kan darah kita sehat. Makanya, darah saya encer dan tidak kental, lancarlah begitu,” terang Mardani.

Berbeda dari Mardani, Hasanudin (68) mengaku rutin mendonorkan darah karena menyukai perbuatan social kepada orang lain. Bagi pria serabutan ini, mendonorkan darah bagi yang membutuhkan memberikan kepuasaan tersendiri.

“Dari tahun 89 sudah donor darah sampai sekarang. Tapi kata petugas, setelah tahun ini mungkin saya tidak diperkenankan donor lagi karena usia sudah rentan. Tapi saya bahagia, bisa memberikan manfaat bagi banyak orang,” ungkap Hasanudin.

Warga pelataran Air Ketekok ini mengaku sangat bahagia bisa bertemu Presiden RI Joko Widodo. Kesempatan ini tak akan disia-siakannya untuk berfoto bersama dan bersalaman.

“Ada kenang-kenangan untuk anak, cucu dan cicit nanti. Bahagialah, seneng rase e,” sebut Hasanudin yang rencananya menjadi perwakilan untuk menerima tanda penghormatan ini karena usianya paling tua.

Sekretaris PMI Kabupaten Belitung Bustam mengatakan sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Enam orang ini sudah dipastikan berangkat menemui Presiden Joko Widodo.

“Kami siapkan transportasi dan akomodasi dari sini. Untuk di pusat nanti, ditanggung langsung pusat,” sebut Bustam.

Enam pendonor ini kata Bustam merupakan usulan PMI Kabupaten Belitung tahun 2015.

“Alhamdulilah, kita usulkan enam orang semuanya disetujui dan memenuhi syarat. Sebelumnya, hanya dua orang. Sebetulnya, ada 10 yang kami usulkan, tapi yang lain syaratnya belum lengkap. Nanti kami susulkan di tahun-tahun berikutnya,” jelas Bustam. (ero)

Selengkapnya baca edisi cetak POS BELITUNG Selasa (7/2/2017).

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved