Breaking News:

Arisan DSP

Keluarga Bos Arisan DSP Juga Ikut Tertipu, Polisi Ambil Handphone Milik Bos Arisan

"Saya lihat keluarga lain juga tidak lagi datang ke sana. Yang namanya uang kan pasti akan diminta, tapi bagaimana masih keluarga. Serba tidak nyaman,

Posbelitung.com/Krisyanidayati
Nasabah dan member arisan DSP masih menunggu kepastian pencairan di Mapolres Belitung Timur, Sabtu (4/2/2017) malam 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Kapolres Belitung Timur (Beltim) AKBP Nono Wardoyo mengatakan, owner Destari Sulius Putri (DSP) menyatakan tidak mau membayar, sehingga siap menerima risiko. Di saat yang bersamaan adapula korban yang sudah melaporkan dugaan penipuan oleh DSP.

Ia mengimbau agar masyarakat menyelesaikan permasalahan ini secara hukum.

"Karena negara kita adalah negara hukum gunakan jalur hukum. Kalau merasa korban, silakan melapor dan akan kami proses satu per satu. Memang ini akan memakan waktu yang panjang," ucap Nono kepada wartawan, Sabtu (4/1).

Hingga Sabtu pukul 21.15 WIB, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Beltim menerima enam laporan dugaan penipuan arisan Destari Sulius Putri (DSP).

"Yang dilaporkan yakni owner maupun member. Dari laporan nasabah tersebut masih sedang kami proses," kata Pjs Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Anton Sinaga.

"Nasabah yang merasa dirugikan silakan melapor. Sebagai pelayan masyarakat dan melayani masyarakat yang mau melapor, kami menindaklanjutinya," katanya lagi.

Terkait laporan yang sudah masuk, penyidik belum menetapkan status tersangka terhadap DSP atau akrab disapa Yaya. Saat ini, Yaya masih mengamankan diri ke Polres Beltim pasca-aksi massa yang menggeruduk rumahnya beberapa pekan lalu.

"Proses hukum yang sedang berjalan, kita lihat nant. Bila ditetapkan tersangka bisa ditahan. Polisi punya pertimbangan penuh rasa keadilan," ujar Kapolres.

Terkait pemasangan police line di rumah Yaya di Desa Kelubi Kecamatan Simpang Renggiang, Kapolres menyatakan, hal itu sebatas mengamankan bangunan. Polisi menduga, uang setoran arisan dijadikan aset bangunan rumah.

"Kalau nantinya ada kaitan pidana, kami jadikan barang bukti dan selama ini, rumah itu juga dijadikan tempat transaksi penghimpunan dana nasabah arisan," ujar Nono.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved