Tiga Hari Jadi Staf Ahli, Begini Kata Mantan Sekda Beltim
Pelantikan itu diketahui setidaknya membuat jabatan esselon Talafuddin turun dari sebelumnya IIA menjadi IIB dan jabatan definitif Sekda Beltim lowong
Penulis: Dedi Qurniawan |
Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan
POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Belitung Timur Talafuddin mengaku menerima posisinya saat ini sebagai Staf Ahli Bupati Belitung Timur bidang Politik Hukum dan Pemerintah .
Pelantikan itu diketahui setidaknya membuat jabatan esselon Talafuddin turun dari sebelumnya IIA menjadi IIB dan jabatan definitif Sekda Beltim lowong.
Lelaki berusia 57 tahun itu juga mengakui hal tersebut dan mengaku menerima keputusan tersebut sebagai bentuk loyalitas.
"Ini kebijakan pimpinan. Saya selaku staf tentu harus menerima sebagai suatu bentuk loyalitas kepada pimpinan. Tidak ada masalah. (Soal eselon), ya itukan karena tidak ada tempat naik lagi. ujar Talafuddin kepada Pos Belitung, tiga hari setelah menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Beltim, Rabu (8/2/2017).
Sebelumnya, dari rilis Diskominfo Beltim, Bupati Beltim Yuslih Ihza mengakui dalam pernyataannya bahwa pelantikan pejabat eselon pada Senin (6/2/2017) lalu memang terasa tidak lazim karena jabatan eselon II dirombak sebelum adanya proses seleksi jabatan.
Latar belakang yang dinyatakan adalah karena terkait kefektifan mesin penggerak roda pemerintah daerah dalam menjalankan visi-misi Yuslih Ihza-Burhanudin.
“Suasana dan atmosfir pelantikan ini tentu terasa tidak lazim, di mana pejabat eselon tertinggi di jajaran struktural dimutasi sebelum proses seleksi jabatan dilakukan. Namun sejak saya dan Wakil Bupati menjabat selama satu tahun ini harus diakui kami belum efektif menjalankan visi dan misi program kerja yang sudah ditetapkan,” kata Yuslih seperti dikutip dari rilis pers yang diterima Pos Belitung, Senin (6/2/2017) lalu.
Talafuddin juga mengaku lebih melihat pelantikan dirinya sebagai staf ahli lebih kepada keinginan penyesuaian pola kerja Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza.
Ia juga mengaku bersedia jika kemudian dia ditarik ke Pemerintah Provinsi Bangka Belitung untuk jenjang kariernya mendatang.
Sebelumnya, Bupati Beltim Yuslih Ihza juga menyebut sudah berkoordinasi dengan Pemprov Babel untuk mempertimbangkan jenjang karier Talafuddin ke jenjang kepangkatan yang lebih tinggi.
"Selaku pegawai, saya bersedia ditempatkan dimana saja. (Soal ke Provinsi) ya itu boleh-boleh saja. Tapi mekanismenya kan harus lewat jalur juga. Tidak bisa sekonyong-konyong, ikut seleksi. Tapi, saya tidak masalah juga di sini (Staf Ahli Bupati Beltim) terus," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/sekda-beltim-talafuddin_20150910_092716.jpg)