Breaking News:

Tekan Kenakalan Remaja, Orangtua Harusnya Batasi Waktu Anak Remajanya Keluar Malam

"Kalau malam biasa itu anak saya jam 8 malam sudah harus dirumah, kalau malam minggu jam setengah 10 dan itu saya monitor. Karena saya kolot, kalau...

Pos Belitung/Krisyanidayati
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung, Artiansyah. Pos Belitung/Krisyanidayati 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Krisyanidayati

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten, Artiansyah mengatakan untuk mengurangi kenakalan remaja yang berdampak pada pernikahan dini diperlukan berbagai kegiatan positif.

Pengangktifan kembali kegiatan keagamaan dan olahraga dinilai dapat mengurangi angka kenakalan remaja.

"Untuk reguilasi jam malam gak efisien, selain pemahaman orang tua tentang mendidik anak, tapi kegiatan seperti remaja masjid itu perlu dihidupkan lagi. Kendala dalam kemajuan pariwisata itu adalah akhlak, dan akhlak inilah yang harus diperkuat," kata Artiansyah saat ditemui Pos Belitung, Senin (13/2/2017).

Tak hanya itu, menurutnya para remaja perlu dibekali dengan berbagai kesibukan seperti pembelajaran kewirausahaan yang memang disenangi.

"Kenakalan remaja buka kehendak tapi karena lingkungan, tidak ada pekerjaan yang membuat jadi sibuk, sehingga ini mau tidak mau mereka terpengaruh pada yang negatif," katanya.

Lanjutnya, tersedianya berbagai fasilitas olahraga juga dapat mengurangi berbagai aktivitas negatif. Oleh karena itu ia berharap pemerintah daerah juga memperhatikan hal ini.

"Olaharaga sangat penting itu salah satu untuk mengantisipasi dari pada mereka kumpul negatif, tetapi di belitung gor tidak berfungsi, kolam renang tidak layak, hanya di kampung-kampung itu ada sepakbola itupun sore," katanya.

Ia menceritakan sedikit pengalamannya dalam mendidik anaknya, menurutnya ia memberikan kebebasan bagi anaknya untuk keluar malam namun waktunya dibatasi.

"Kalau malam biasa itu anak saya jam 8 malam sudah harus di rumah, kalau malam minggu jam setengah 10 dan itu saya monitor. Karena saya kolot, kalau maghrib itu anak harus ada di rumah," katanya.

Menurutnya, menjadi orang tua tidak perlu menakut-nakuti anak, melainkan membuat anak menjadi segan sehingga ia menghargai dan memikirkan betul dampak dari perbuatan yang dilakukan.

"Kalau saya harus kenal dengan sahabat dan teman-teman anak saya, bukan karena saya meminta untuk memilih teman, tapi pergaulan bisa memengaruhi jiwa. Jangan membuat anak takut tapi buat anak segan," katanya.

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved