Disbudpar Beltim Resmikan Gedung TIC dan Tandatangani MoU dengan Pos Belitung
Selain peresmian, Disbudpar Beltim juga melakukan penandatangan MoU antara media Pos Belitung dan organisasi Kompak Beltim yang berbasis...
Penulis: Dedi Qurniawan |
Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan
POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur meresmikan Gedung Tourist Information Center (TIC) yang terletak di kawasan Kantor Disbudpar Beltim, Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Beltim, Jumat (17/2/2017).
Peresmian gedung senilai Rp 800 juta ini juga melengkapi keberadaan objek wisata unik "Ngenjungak" Kantor Disbudpar Beltim.
Peresmian ditandai dengan penggunting pita oleh Wakil Bupati Beltim Burhanudin atau akrab disapa Aan yang mewakili Bupati Beltim Yuslih Ihza.
Selain peresmian, Disbudpar Beltim juga melakukan penandatangan MoU antara media Pos Belitung dan organisasi Kompak Beltim yang berbasis di Kecamatan Kelapa Kampit, dan SMK Pariwisata Manggar.
MoU dengan Pos Belitung dilakukan untuk sinergitas dalam pengembangan dan pembangunan pariwisata Beltim termasuk juga dengan SMK Pariwisata Manggar.
Sementara dengan Kompak Beltim untuk mengembangkan potensi pariwisata di kawasan Kecamatan Kelapa Kampit.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur Helly Tjandra memang menyampaikan harapan adanya sinergitas berbagai komponen dalam pengembangan dan pembangunan pariwisata Beltim.
Dia menilai, pemerintah dari berbagai sektor, swasta, pendidikan, para pelaku wisata, hingga media, perlu saling bersinergi dalam pengembangan dan pembangunan pariwisata Beltim.
"Kami juga terimakasih Maxone Hotel punya keinginan anak-anak siswa SMK Pariwisata. Kemudian, media ini sangat penting bagi pembangunan pariwisata," ujarnya.
Kemudian, Helly mengatakan, TIC dibangun di komplek Kantor Disbudpar Beltim karena kantor tersebut juga adalah objek destinasi wisata unik "Ngenjungak".
Karena keunikannya, kantor ini diketahui memang kerap disinggahi para tour and travel agent yang membawa wisatawa saat berplesiran ke Pulau Belitung.
Objek wisata unik Ngenjungak juga menjadi bagian proaktif pemerintah dalam upaya pengembangan dan pertumbuhan pariwisata Beltim.
Selain itu, Helly memaparkan bagaimana tren positif pertumbuhan pariwisata di Beltim.
Pada 2016 lalu, setidaknya ada 230 ribu wisatawan nusantara yang berkunjung ke Beltim.
Sementara wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 2443 wisatawan.
"Ini berdampak pada PAD (dari tahun ke tahun). Pada 2012 PAD (pariwisata) hanya Rp 72 juta, pada tahun 2016.kemarin itu Rp 272 juta. Peningkatannya sangat signifikan," ujarnya.
Sementara itu, senada dengan Helly, Aan juga berharap adanya sinergitas semua komponen untuk pengembangan dan pembangunan pariwisata Beltim.
Sinergitas ini penting untuk pengembangan potensi wisata Beltim berupa keindahan alam, industri kreatif, dan keanekaragaman budaya.
Dia juga mengharapkan, bangunan TIC yang baru diresmikan tersebut dapat berguna dan dijaga sebagaimana mestinya untuk mempromosikan Pariwisata Beltim.
"Karena dengan pembangunan pariwisata yang baik adalah usaha meningkatkan pendapatan daerah, dan sekaligus untuk mengerakkan ekonomi di daerah tersebut. Tanpa adanya informasi yang jelas, potensi pariwisata tidak akan dikenal orang," ujar Aan.
Persemian tersebut juga dihadiri Kapolres Beltim AKBP Nono Wardoyo, Kajari Beltim Widagdo dan jajaran pejabat FKPD Beltim lainnya.
Tampak hadir pula para pelaku wisata, sejumlah tour and travel, siswa dan guru SMK Pariwisata, hotel, dan pejabat SKPD Pemkab Beltim. (M3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/gedung-tic_20170217_191435.jpg)