Banjir Belitung

Setiap Hari 50 Mesin Tambang Beroperasi, Satpol PP Tak Menindak Meski Ada Laporan

Azhari sendiri sempat menyampaikan perihal itu kepada petugas Satpol PP Kabupaten Belitung, namun tidak ada tindakan.

Penulis: Disa Aryandi |
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kondisi air yang kini masih menggenangi perumahan Billiton Regency, Jumat (17/2/2017). Pos Belitung/disa Aryandi 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Banjir yang melanda RT 43 Desa Air Raya, Tanjungpandan, Belitung sejak Kamis (16/2/2017) diduga disebablan aktivitas pertambangan timah dengan menggunakan mesin robbin alias ngekot.

Aktivitas pertambangan timah dimulai sejak beberapa bulan lalu dan membuat saluran air tertutup tailing yang dialirkan ke selokan air.

Ketua RT 43 Desa Air Raya, Azhari mengatakan aktivitas tambang timah yang muncul di lokasi tersebut terbilang banyak.

Setidaknya ada sekitar 50 mesin kecil penambang timah yang beroperasi setiap harinya.

"Setiap hari lah orang ngekot itu, sudah pernah kami larang, tapi tetaplah ngambil timah di situ," ungkap Azhari kepada posbelitung.com, Jumat (17/2/2017).

Warga sekitar menurut Azhari, sudah sering melarang masyarakat untuk menambang timah di lokasi tersebut mengingat lokasinya sangat dekat dengan perumahan Billiton Regency.

Namun larangan tersebut tidak diindahkan oleh para penambang. Azhari sendiri sempat menyampaikan perihal itu kepada petugas Satpol PP Kabupaten Belitung, namun tidak ada tindakan.

"Itu yang nambang orang-orang diluar komplek, tidak tau dari mana-mana. Orang - orang (penambang) itu sih jual nama orang lainlah waktu nambang itui," pungkasnya. (*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved