Breaking News:

Kisah Anak Tukang Masak Jadi Kepala Teknisi Boeing di AS, Beli Rumah Rp 5,5 M Saat Muda

Pada umur 24 tahun, ia sudah mampu membeli rumah seharga 500 ribu dolar (Rp5,5 miliar) AS di Clifton, New Jersey.

Istimewa 

Di United Airlines, ia mendapat tiket gratis kemanapun yang diinginkan. Tak cuma Rizky yang mendapat hak itu, keluarga, dan orang tuanya juga bisa ikut menikmatinya.

“Ke mana pun, berapa kali pun,” ujarnya sumringah.

Sementara bila menggunakan maskapai lain, ia, keluarga, dan orang tua hanya dikenakan biaya 10% dari harga tiket.

“Jadi, misalnya dari Amerika saya dan keluarga mau ke Indonesia pakai United Airlines ke Jepang gratis, dan dari Jepang ke Indonesia pakai maskapai lain hanya bayar 10% harga tiket saja. Demikian pulangnya, atau ke tempat lain pun sama,” jelasnya.

Tidak mengherankan, bila dengan berbagai fasilitas yang didapatkannya itu, ia masih akan tetap berkarier di United Airlines sampai pensiun atau berhenti dan membuka usaha sendiri.

Sambil menekuni pekerjaannya, kini ia pun sedang merintis usaha suplai semua suku cadang pesawat berbagai tipe yang dioperasikan di Indonesia melalui perusahaan Aeroproc.

Selain itu ia juga menjadi konsultan perawatan pesawat.

Sebelumnya, ia mendirikan perusahaan ISA System (Innovative Solution for Aerospace) bersama teman High School-nya dan mempekerjakan beberapa lulusan Teknik Penerbangan ITB.

Namun perusahaannya itu sudah dibeli oleh Gabriel Aerospace.

Bekerja sebagai enjinir perawatan pesawat di AS, diakuinya memberikan kepuasan secara finansial. Pada umur 24 tahun, ia sudah mampu membeli rumah seharga 500 ribu dolar (Rp5,5 miliar) AS di Clifton, New Jersey.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved