Breaking News:

Kisah Anak Tukang Masak Jadi Kepala Teknisi Boeing di AS, Beli Rumah Rp 5,5 M Saat Muda

Pada umur 24 tahun, ia sudah mampu membeli rumah seharga 500 ribu dolar (Rp5,5 miliar) AS di Clifton, New Jersey.

Istimewa 

Sementara saat ini rumah yang lebih mahal sudah ia miliki di Houston. Jarak rumah ke tempat kerja pun sangat dekat, menjadikannya amat betah tinggal di sana.

Rizki menjabarkan, pekerjaan sebagai enjinir pesawat di maskapai AS terbilang besar. Untuk tahap pemula saja sudah digaji 30 dolar AS/jam.

Kalau kerja lembur, upahnya tambah setengahnya menjadi 45 dolar/ jam.

“Kalikan saja berapa jam sehari dan berapa jam sebulan plus jam lembur,” jelasnya.

Maka, pada saat terjadi Perang Teluk II (2003) dan masih bekerja di Kalita Air, ia pun meraup uang banyak.

Rizki banyak bekerja lembur karena pesawat Kalita Air saat itu disewa oleh AD AS untuk bantuan angkutan logistik.

Atas karier yang dicapainya saat ini di United Airlines, Rizqi bisa menjadi jadi bahan inspirasi bagi para remaja yang menyukai dunia penerbangan. Pekerjaan ini cukup menjanjikan untuk digeluti.

Di Indonesia, negara kepulauan terbesar, armada pesawat pun terus bertambah jumlahnya seiring meningkatnya kebutuhan manusia untuk menggunakan pesawat.

Bersama dengan istri tercinta dan kedua anaknya, Rizqi kini sedang menikmati hasil pekerjaannya. Namun, tantangan tentu akan datang terus.

“Untuk itulah saya ingin memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang telah saya dapatkan ini. Termasuk membuka peluang usaha di Indonesia,” ujar pemilik sertifikat FAA nomor 2882169 ini.

Author: Roni S. / Remigius S.

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved