Mantan Ketua OSIS Ini Sayangkan Kuota SNMPTN Berkurang
Songgo mengatakan dirinya berencana akan mengikuti seleksi ini untuk masuk di Universitas Diponogoro, Semarang.
Laporan Wartawan Pos Belitung, Krisyanidayati
POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Songgo Priambodo siswa kelas 12 SMAN 2 Tanjungpandan, menyayangkan keputusan Kementerian Riset dan Teknologi yang mengurangi jumlah kuota masuk perguruan tinggi melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Songgo mengatakan dirinya berencana akan mengikuti seleksi ini untuk masuk di Universitas Diponogoro, Semarang. Namun ia masih belum mendaftarkan diri karena masih menunggu pengumuman hasil tes dari sekolah penerbangan.
"Dari kemarin kayaknya sudah banyak teman-teman yang buka sistem untuk tau masuk kuota 60 orang itu atau gak, kalau aku belum nyiapin berkas," kata mantan Ketua OSIS SMAN 2 Tanjungpandan ini saat ditemui Pos Belitung, Rabu (22/2/2017).
Menurutnya dengan semakin mengecilnya kuota ini, maka akan semakin sulit persaingan siswa untuk lulus di perguruan tinggi negeri.
"Siswa itu merasa lebih kesulitan apabila dikurangi kuota, kalau misalnya SNMPTN lebih muda karena jalur rapot, terus gak makan biaya untuk tes, terus juga kan saingannya memang yang udah lolos seleksi dari sekolah. Kalau jalur SBMPTN lebih menguras biaya kita bayar untuk tesnya. Lumayan sulit persaingannya, tes nya juga harus belajar maksima," katanya.
Ia berharap pemerintah bisa mengkaji ulang hal ini, pasalnya banyak siswa yang masih berharap bisa lulus melalui seleksi rapor ini.
"Semogalah temen-temen bisa lulus di perguruan tinggi yang memang diharapkan, dan semoga kuota SNMPTN ditambah karena kan ini juga memacu semangat kita dari awal sekolah biar nilainya gak anjlok, naik naik terus biar bisa ikut seleksi ini," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/songgo-priambodo_20170222_210149.jpg)