Lipsus Tambang
Pengusaha Sulit Mengakali Setoran Pajak
"Di surat kapal pun ada. Ini tidak bisa dibohongi. Itu dulu. Sekarang bahkan sudah ada SIPAD, ada tim pengukur. Kalau soal pajak, saya yakin...
Penulis: Dedi Qurniawan |
POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Para pengusaha di sektor pertambangan mengaku sulit untuk mengakali pajak. Hal ini membuat para pengusaha taat dalam membayar pajak.
Hal itu dikatakan Beliadi, pengusaha tambang yang memiliki IUP mineral non-logam dan batuan berupa pasir kuarsa di Belitung Timur.
Ia mengakui pembayaran pajak daerah terkait usahanya masih dilakukan di tataran kabupaten.
Ia mengklaim perusahaannya taat membayar pajak ke daerah berkisar Rp 200 juta-Rp 300 juta per bulan.
Menurutnya, besaran pajak yang dikeluarkan ini tidak memberatkan pengusaha asalkan pelayanan perizinan cepat.
Beliadi merupakan seorang pengusaha tambang pasir kuarsa yang mengantongi dua IUP di wilayah Desa Lilangan, Kecamatan Gantung.
Dia sudah menggeluti usahanya sejak 2005 setelah sebelumnya sempat bisnis timah pada 2000 silam.
"Kalau IUP (pasir) kami tidak terlalu luas, kami termasuk pengusaha yang tidak bertujuan menguasai lahan. Kami masih hitung cukup lahan untuk investasi dermaga, lalu menjelang habis, baru kami ajukan lag," ucapnya.
Menurut Beli, sektor tambang menjadi penyumbang utama bagi PAD di Beltim hingga 60-70 persen.
Teknisnya, sulit bagi pengusaha mengakali setoran pajak ke daerah.
Dulu, kata dia, ketentuan ini diatur melalui keputusan bupati. Misalnya, sekian kubik dan ukuran kapal menjadi ukuran penetapan pajak.
Saat ini pun ada sejumlah syarat yang dinilai sebagai upaya meminimalisir celah kebocoran pajak.
"Di surat kapal pun ada. Ini tidak bisa dibohongi. Itu dulu. Sekarang bahkan sudah ada SIPAD, ada tim pengukur. Kalau soal pajak, saya yakin pengusaha di Beltim ini taat pajak. Aturan pajak tambang ini gampang, ukurannya kubikasi dan tonase. Semua orang bisa lihat kasat mata, karena tidak perlu punya keahlian-keahlian khusus," beber Beli.
Soal pelimpahan kewenangan dari daerah ke provinsi, Beli mengaku tidak kesulitan. Bagi para pengusaha lebih mementingkan pelayanan cepat.
Ia pun mengakui, rekomendasi tidak mudah diberikan selama urusan sosialisasi dan sebagainya belum tuntas di lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/pelabuhan_20151228_092625.jpg)