Breaking News:

Firasat Orang Tua Sebelum Anaknya Tewas Lakalantas di Jalan Tanjungtinggi

Suara klakson mobil itu berasal dari mobil Avanza BN 1035 LX yang datang, untuk menjemput Kr di tempat kediamannya, sebelum kecelakaan terjadi.

Pos Belitung/Dokumentasi
Kondisi mobil yang alami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Tanjungtinggi, Sijuk, Jumat (24/2/2017). 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Pelajar berinisial Kr (17), yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas tunggal mobil Avanza BN 1035 LX, di ruas jalan raya Tanjungtinggi, Sijuk, pada hari Jumat (Jumat (24/2/2016)) lalu, sempat pamit dengan orang tuanya.

Setelah sebelumnya kedua orang tuanya sempat tidak mengizinkan Kr untuk keluar rumah pada hari itu. Saat mendengar ada bunyi suara kelakson mobil.

Suara klakson mobil itu berasal dari mobil Avanza BN 1035 LX yang datang, untuk menjemput Kr di tempat kediamannya di Jalan Kenanga, Kelurahan Paal Satu, Kecamatan Tanjungpandan.

"Waktu bunyi klakson itu, papa sudah ada firasat, ada temennya dia (Kr) yang datang. Waktu itu mau bilang ke temannya kalau dia (Kr) sedang tidur. Tapi ternyata dia sudah bangun," ujar Wely Eka Prasetya, abang kandung Kr, saat mendatangi kantor Pos Belitung, untuk memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang dialami adiknya, Minggu (26/2/2017).

Wely yang didampingi sanak keluarganya ini mengatakan, saat Kr hendak pergi meninggalkan rumah, masih sempat pamit dengan orang tua, walaupun awalnya sempat melarang Kr pergi.

"Siang itu lah pamit dan hari itulah terakhir keluar dari rumah. Dia keluar rumah nggak bawa dompet cuma bawa handphone," ujar Wely, seraya mengatakan kalau adiknya bukan yang mengendari mobil itu, karena adiknya tidak bisa menyetir mobil.(*)

Penulis: Rusmiadi
Editor: Rusmiadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved