Usai Bacok Ibu dan Adik, Pria Ini Lukai Kapolsek Lalu Begini Akhirnya

Akibat peristiwa ini Viktor terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat dan saat ini tengah di rawat intensif.

Usai Bacok Ibu dan Adik, Pria Ini Lukai Kapolsek Lalu Begini Akhirnya
Kompas.com
Ilustrasi penembakan 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

POSBELITUNG.COM, SIANTAR - Johanes Tambunan (27) tewas ditembak anggota Kepolisian Kota Tapanuli Utara pada Jumat (23/2/2017). Mayatnya berada di ruang forensik Rumah Sakit Djasamen Saragih, untuk diautopsi, Sabtu (25/2/2017).

Informasi yang dihimpun di kamar mayat RSUD Djasmen Saragih Kota Pematangsiantar, sebelum tewas ditembak polisi, terlebih dahulu Johanes membacok Kapolsek Tapanuli Utara AKP Viktor Simanjuntak.

Akibat peristiwa ini Viktor terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat dan saat ini tengah di rawat intensif.

Sedangkan Johanes, pria yang diduga mengidap penyakit jiwa ini saat diketahui tewas langsung dibawa ke ke Rumah Sakit Djasamin Saragih untuk diautopsi.

Sebelum penembakan terjadi, Johanes sempat memukuli beberapa ibu dan adiknya namun seorang kerabat Agri Gomes (19) mencoba melerai.

Johanes semakin murka dan nekat mengambil sebilah parang untuk menyerang adiknya. Adik Johanes pun mengalami luka serius di kepala dan tangan kiri.

Melihat hal ini, Agri Gomes pun langsung melarikan diri dari rumah tersebut.

Warga yang melihat kejadian, langsung melaporkan ke petugas kepolisian. Saat mendapat informasi tersebut Kapolsek Viktor Simanjuntak dan beberapa anggota turun ke tempat kejadian perkara.

Setibanya di lokasi, saat hendak melerai Johanes yang masih memegang sebilah parang langsung membabi buta mengarahkan parang itu ke arah Viktor mengalami luka serius.

Ia mencoba menghindar tapi tidak sempurna dan akhirnya terkena sabetan parang.

Anggota kapolsek yang melihat kejadian langsung menembak dada kanan Johanes di dada sebelah kanan sebanyak dua kali, hingga Johanes roboh dan tewas di tempat.

Dokter Reinhard Hutahaean menjeleskan terdapat luka tembak di dada Johanes, seraya menunjukkan hasil autopsi.

"Ada luka di tangan, dada, perut kaki, dan punggung, bahkan ada juga luka memar itu di leher. Luka tersebutlah yang mengakibatkan Ia tewas dan tembakan yang mengakibatkan peluru menebus dada melewati paru," ungkap Reinhard.

"Kita juga menemukan satu peluru yang tidak tembus di punggung Johanes. Ia juga terkena tembakan dari jarak jauh sekitar 70 meter," ucap dia.

Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved