Breaking News:

Komisi I DPRD Beltim Nilai Pengawasan Pelabuhan Khusus di Beltim Lemah

Sebagian dinyatakan sudah mati, sedang dalam proses izin, ditinggalkan pemilik hingga tidak diperpanjang.

Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Edy Yusmanto
Komisi I DPRD Beltim Nilai Pengawasan Pelabuhan Khusus di Beltim Lemah
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Caption: Oman Anggari (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN)

Ketika sudah menjadi milik daerah, pelsus yang tak dimanfaatkan ini bisa dikelola oleh UPTD ataupun BUMD.

"Dari sana akan dapat pendapatan daerah. Kan bisa dipakai untuk apa saja. Kalau dekat areal tambang bisa untuk tambang, kalau ada pengiriman Sengon-sengon yang bawa ke Jakarta bisa juga lewat situ, retribusi kan bisa masuk. Bikin Perda bikin Perbup," beber Oman

Kemudian, menurut Oman, pelsus tak aktif yang dibiarkan begitu saja bisa menciptakan peluang disalahgunakan untuk aktifiktas ilegal.

"Pengawasannya juga tidak ada. Kalau dimanfaatkan kan bisa ada pengawasan, dampak ekonomi ke masyarakat bisa ada," ujar dia.

Dia "menantang" Plt. Kadishub Beltim Amirudin untuk menjadikan ini sebagai tantangan.

Oman meminta Dishub Beltim tidak berpangku tangan.

"Itu menurut saya sudah wajib dipikirkan. Karenakan kalau dibiarkan berlarut ini, rentan disalahgunakan. Kemudian dia kan sudah mengganggu ekosistem pantai yang ada di situ. Memang ada jaminan Pelsus itu di pusat. Tapi yang bisa mencairkan kan pusat," beber Oman. (*)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved